MUI Dukung Densus 88 Tangkap Teroris, Tidak Ada Kriminalisasi Ulama dan Islamophobia

JAKARTA - Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI) M Najih Arromadloni mendukung penuh langkah Tim Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan terduga teroris.

"MUI mendukung dan mengapresiasi Densus 88 dalam kinerja penanggulangan radikal terorisme," kata Najih saat jumpa pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/11/2021).

Najih menegaskan, dalam ajaran Islam ataupun agama manapun, paham radikalisme ataupun terorisme tidak diperbolehkan sama sekali.

Baca Juga : Wapres Tegaskan MUI Bukan Lembaga Teroris, Sebut Wacana Pembubaran Tidak Rasional

Tim Densus 88, sambungnya, telah menjalankan tugasnya dengan sebagaimana mestinya. Sebab itu, Ia menyatakan penangkapan terhadap terduga teroris itu bukanlah bentuk kriminalisasi ataupun Islamophobia.

"Dan dalam kaitan ini kami percaya tidak ada yang disebut kriminalisasi ulama atau Islamophobia karena kepentingan negara adalah menjaga keamanan, menjaga keselamatan rakyat, dan dalam hal ini kami memberikan dukungan dan apresiasi," ujar Najih.

Diketahui, penyidik detasemen berlambang burung hantu melakukan penangkapan terhadap tiga terduga terorisme di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa 16 November 2021.

Mereka adalah, Farid Okbah, Ahmad Zain An-Najah dan Anung Al-Hamat. Terkait hal ini, ketiganya diduga kuat terafiliasi dengan jaringan Jamaah Islamiyah.

Status dari ketiga orang tersebut pun telah sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 15 jo Pasal 7 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme.

1
2
  • #Tim Densus 88
  • #MUI
  • #Terorisme
Artikel Asli
Dipublikasikan pada 25 Nov 2021 20:01 PM
Sumber: okezone.com
IndonesiaToday merupakan situs agregator berita yang mengambil informasi dari berbagai sumber berita terpercaya dan menampilkannya dalam satu situs. Semua informasi yang ditampilkan adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis berita (sumber).
Komentar
Rekomendasi untuk Anda
Paling banyak dibaca hari ini