Terbaru Hukum & Politik Heboh & Viral Peristiwa Kesehatan Olahraga Musik & Video Unik

KPK: AKP Robin Pernah Cabut BAP, Jadi Salah Satu Pertimbangan JC

KPK: AKP Robin Pernah Cabut BAP, Jadi Salah Satu Pertimbangan JC
AKP Stepanus Robin Pattuju, penyidik KPK yang jadi tersangka kasus suap. Foto: Instagram/@official.kpk

Mantan Penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC). KPK tengah mempertimbangkan JC tersebut. Salah satunya terkait Robin yang pernah mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Kalau pimpinan memutuskan tuh berdasarkan rekomendasi penyidik dan jaksa, karena jaksa kan pasti melihat proses persidangan seperti apa sikap yang bersangkutan. Penyidik pada saat proses penyidikan seperti apa pada saat itu dia memberikan keterangan-keterangan, apakah keterangannya itu konsisten dengan persidangan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di KPK, Kamis (25/11).

"Kan beberapa malah yang bersangkutan malah mencabut kalau enggak salah ya BAP-nya," sambung dia.

Diketahui, Robin pernah mencabut BAP saat pemeriksaan oleh penyidik KPK. BAP yang dicabut itu terkait dengan kesaksian Robin terkait pertemuan pada Oktober 2020.

Saat itu, dia bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di rumah dinasnya. Saat itu, di rumah Azis, terjadi pertemuan antara Robin dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial terjadi. Diduga pertemuan itu difasilitasi oleh Azis Syamsuddin.

Alex pun menuturkan, pengajuan JC merupakan setiap terdakwa. Dia mengatakan, keputusannya nanti akan disampaikan oleh jaksa pada saat pembacaan tuntutan.

"Kalau mengajukan hak setiap terdakwa, nanti keputusannya biasanya pada saat pembacaan tuntutan, ya kita tunggu saja dari pihak penyidik dan jaksa nanti mereka apa rekomendasinya," ungkap Alex.

Adapun alasan Robin mengajukan JC, karena telah mengungkap peran dari Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Yang diungkap adalah pengetahuan Robin terkait komunikasi antara Lili dengan Syahrial terkait kasus.

Sementara dalam kasusnya, Robin dijerat sebagai tersangka dengan advokat Maskur Husain. Keduanya didakwa menerima total suap sebesar Rp 11,5 miliar. Suap dari sejumlah pihak itu diduga terkait pengurusan lima perkara di KPK.

Berikut daftar diduga penyuap AKP Robin:

  • M. Syahrial (Wali Kota Tanjungbalai) sejumlah Rp 1.695.000.000

  • Azis Syamsuddin (Wakil Ketua DPR) dan Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan USD 36.000

  • Ajay Muhammad Priatna (Wali Kota Cimahi) sejumlah Rp 507.390.000

  • Usman Effendi sejumlah Rp 525.000.000

  • Rita Widyasari (mantan Bupati Kutai Kartanegara) sejumlah Rp 5.197.800.000

Dipublikasikan pada 25 Nov 2021 20:09 PM
Sumber: kumparan.com
IndonesiaToday merupakan situs agregator berita yang mengambil informasi dari berbagai sumber berita terpercaya dan menampilkannya dalam satu situs. Semua informasi yang ditampilkan adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis berita (sumber).
Komentar
Terbaru dari kumparan.com
Paling banyak dibaca hari ini