Heboh Pengakuan Ismail Bolong, Ferdinand: Jangan Sampai Pak Kabareskrim Namanya Tercemar

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Heboh Pengakuan Ismail Bolong, Ferdinand: Jangan Sampai Pak Kabareskrim Namanya Tercemar

INDONESIATODAY.CO.ID - JAKARTA - Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Mandiri Ferdinand Hutahaean berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menyelesaikan kasus dugaan suap pertambangan ilegal di Kalimantan Timur yang menyeret sejumlah anggota Polri sebagaimana pengakuan Ismail Bolong.

Salah satu nama yang sempat disebut Ismail Bolong sebagai penerima uang setoran hasil pertambangan ilegal batu bara ialah Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

BACA JUGA: Ismail Bolong Siap-siap Saja, Bareskrim akan Jemput Paksa Bila Tak Kunjung Datang

"Saya berharap ini bahwa Pak Kapolri akan menuntaskan perkara ini. Jangan sampai Pak Kabareskrim namanya tercemar," kata Ferdinand saat dihubungi jpnn.com, Sabtu (26/11).

Menurut Ferdinand, bila tuduhan terhadap Kabareskrim Polri itu tidak terbukti, maka nama baiknya harus lekas dipulihkan.

BACA JUGA: Penasihat Kapolri: Kasus Ismail Bolong Harus Diusut, Jangan Takut!

"Kalau memang pengakuan-pengakuan termasuk dari Pak Ismail Bolong dan Ferdy Sambo serta Hendra Kurniawan benar adanya, saya pikir bahwa pembenahan di Institusi Polri harus dilakukan," ujar Ferdinand.

Eks Politikus Partai Demokrat itu menyatakan pembenahan perlu dilakukan demi perbaikan masa depan Korps Bhayangkara.

BACA JUGA: Sejumlah Jenderal Polisi Terseret Kasus Ismail Bolong, Mas Didik Minta Kapolri Lakukan Ini

"Bukan menjadi pelindung hal-hal ilegal, justru menjadi pelindung dan meluruskan apa yang harus diluruskan," ucap Ferdinand.

Ferdinand meyakini Jenderal Listyo Sigit sudah teruji menyelesaikan kasus, terbukti perkara yang menyeret Ferdy Sambo telah diselesaikan dengan baik.

"Saya percaya bahwa Pak Kaporli mampu menuntaskan persoalan ini dengan baik dan bijak demi nama baik institusi Polri," pungkas Ferdinand Hutahaean.

Dalam sebuah video yang viral, Ismail Bolong mengaku pernah menyetorkan uang kepada petinggi Polri berpangkat komjen berinisial AA.

Uang panas itu untuk melindungi praktik pertambangan ilegal di Kaltim.

Belakangan Ismail meralat pengakuannya.

Dia mengaku membuat video itu dalam kondisi di bawah tekanan pada Februari 2022.

Menurut Ismail, dirinya ditekan oleh Hendra Kurniawan selaku kepala Biro Pengamanan Internal (Paminal) Divpopam Polri pada saat itu.

Pengusutan kasus itu dilakukan saat Ferdy Sambo masih aktif sebagai Kadiv Propam Polri. (cr3/jpnn)

Redaktur : Soetomo Samsu

Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Sumber : jpnn.com
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Komentar
Menarik untuk dibaca
Terpopuler Hari Ini