Penguatan Ekonomi Pertanian, Kepala NFA: Inflasi Beras Terjaga, Volatile Food Menurun, dan NTPP Kian Bertumbuh

Sunday, 4 February 2024
Penguatan Ekonomi Pertanian, Kepala NFA: Inflasi Beras Terjaga, Volatile Food Menurun, dan NTPP Kian Bertumbuh
Penguatan Ekonomi Pertanian, Kepala NFA: Inflasi Beras Terjaga, Volatile Food Menurun, dan NTPP Kian Bertumbuh

indonesiatoday.co.id-Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) terus mengamati peran komoditas pangan dalam dinamika inflasi nasional.

Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan rantai pasok, terutama pada komoditas pangan yang cenderung bergejolak.
Menurutnya, langkah-langkah pemerintah telah berhasil memitigasi inflasi, dengan inflasi beras yang terjaga dan penurunan inflasi pada volatile food.

Baca Juga: Pj Bupati Bachyuni Dan Sekda Budhi Dampingi Gubernur Safari Subuh di Masjid Sekernan

Arief menjelaskan bahwa kesejahteraan petani tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP), yang semakin tumbuh positif.

"Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perkembangan positif NTPP sejak Oktober 2022, mencapai puncaknya pada Oktober 2023 dengan indeks 114,55. Hingga Januari 2024, NTPP terus meningkat menjadi 116,16, menandakan kesejahteraan petani semakin meningkat," katanya Minggu (4/2).

Baca Juga: Perencanaan Proyek Dinkes 'Kaleng-kaleng', Kontraktor Ngaku Pernah Rugi Besar

Pentingnya kebijakan importasi yang terukur juga disoroti oleh Arief.

Ia menyebut bahwa importasi yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari program yang terukur dan sesuai kalkulasi, menjaga agar dampaknya tidak negatif.

Strategi Badan Pangan Nasional dalam mengendalikan inflasi volatile food disebutkan berhasil dengan penurunan inflasi bulanan pada Januari.

Baca Juga: Sektor Pertambangan Goyang, Ekspor Provinsi Jambi Turun 24,24 Persen

Arief menegaskan bahwa NFA akan terus meluncurkan program strategis untuk mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan.

Program-program ini mencakup penambahan sarana rantai dingin, operasi pasar murah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga ketersediaan beras di pasar.

Baca Juga: Inflasi Provinsi Jambi Tembus 2,99 Persen pada Januari 2024: Kabupaten Kerinci Paling Terdampak

Pada sektor jagung pakan, program SPHP tetap konsisten dilaksanakan, dengan realisasi yang mencapai angka 121.836.339 kilogram per 2 Februari.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jambione.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler