Penghargaan Internasional untuk Kejaksaan Bukti Konkret Penerapan Restorative Justice

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Penghargaan Internasional untuk Kejaksaan Bukti Konkret Penerapan Restorative Justice Jakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi Kejaksaan Agung yang meraih achievement award dari International Association of Prosecutors (IAP). Menurutnya, penghargaan itu adalah buah dari jerih payah Kejaksaan Agung dalam menerapkan Restorative Justice (keadilan restoratif). 

"Pengakuan komunitas jaksa internasional terhadap prestasi Kejaksaan Agung itu tentu patut dibanggakan,” kata Wasekjen PBNU Abdul Qadir dalam keterangannya, Jumat, 30 September 2022. 

Menurutnya, Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan Sanitiar Burhanuddin konsisten dalam melakukan penghentian penuntutan atas dasar keadilan, kepentingan umum, dengan mempertimbangkan aspek proporsionalitas dan hak-hak korban. 

“Upaya Kejagung menjadikan pidana sebagai jalan, sarana, dan upaya terakhir (ultimum remedium) tentu perlu didukung. Kami tentu sangat mengapresiasi capaian luar biasa Kejaksaan Agung ini,” kata Qadir.

Baca: Legislator Puji Kejaksaan Dapat Penghargaan Internasional

Qadir menambahkan, bahwa menurutnya capaian ini tidak lepas dari peran ciamik antara Jaksa Agung Burhanudin dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Kolaborasi kedua lembaga ini dalam membongkar dan mengungkap kasus-kasus korupsi di perusahaan plat merah sangat efektif.

"Kolaborasi Jaksa Agung Burhanuddin dengan Menteri BUMN Erick Thohir sangat ciamik dan efektif. Prestasi Kejagung membongkar kasus-kasus korupsi besar tidak dapat dilepaskan dari kerjasama ini. Di sisi lain, komitmen Pak Erick Thohir bersih-bersih di kementeriannya sulit dilakukan tanpa dukungan Kejagung,” tuturnya.

Kejaksaan Agung telah banyak mengungkap kasus-kasus besar terkait tindak pidana korupsi. Hasil kolaborasinya dengan Kementerian BUMN, kejaksaan agung berhasil mengungkap kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Waskita, Krakatau Steel dan kini sedang menyelidiki kemungkinan adanya korupsi di PT Adhi Karya dan juga PT PLN.

Upaya kejaksaan dan BUMN dibawah kepemimpinan Menteri Erik Tohir ini mendapatkan banyak dukungan. Sebagaimana yang digalakkan oleh Menteri Erick Thohir, BUMN tengah bersih-bersih untuk menghapus stigma korupsi yang mengakar di perusahaan plat merah itu.

Sumber : medcom.id
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Komentar
Menarik untuk dibaca
Terpopuler Hari Ini