13 Pemilik Lahan yang Dibakar Pemicu Kecelakaan di Tol Pejangan Diperiksa Polisi

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


13 Pemilik Lahan yang Dibakar Pemicu Kecelakaan di Tol Pejangan Diperiksa Polisi

Pantau – Polisi memeriksa para pemilik lahan di sekitar KM 253 Tol Pejagan-Pemalang di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang terbakar pada Minggu (18/9/2022) hingga memicu tabrakan beruntun.

“Ada 13 pemilik lahan yang diperiksa,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Iqbal Alqudusy dalam siaran pers di Semarang, Rabu (21/9/2022).

Selain pemilik lahan, polisi juga memeriksan petugas pengelola Tol Pejagan-Pemalang serta perusahaan yang melakukan pemeliharaan ruang milik jalan yang merupakan rekanan pengelola jalan tol. Ia menjelaskan fokus penyelidikan kasus ini masih pada api yang memicu terjadinya kebakaran.

“Apakah api berasal dari lahan warga atau lahan yang menjadi ruang milik jalan,” katanya.

Selain itu, kata dia, polisi memeriksa rekaman CCTV untuk mengetahui arah angin saat terjadinya kebakaran yang memicu kecelakaan beruntun itu.

Hingga saat ini polisi masih belum menetapkan tersangka yang menjadi penyebab kebakaran itu.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian PUPR bakal memberi sanksi kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) perihal kecelakaan maut di Tol Pejagan. Sanksi akan diputuskan pasca investigasi rampung.

“Mengenai sanksi ke BUJT bahwa kita masih menunggu tim kata laporannya seperti apa, apakah itu memberikan apakah itu teguran, atau sanksi lain sehingga sesuai dengan perjanjian yang ada,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Senin (19/9/2022).

“Kita masih menunggu laporan dari pihak-pihak lain yang juga dari pihak kepolisian dan KNKT, yang jelas kita masih menunggu,” sambung dia.

Kecelakaan maut sebelumnya diduga lantaran kepulan asap jerami dari sekitar ruas Tol Pejagan sehingga mengakibatkan jarak pandang terganggu. Hedy menduga asap berasal dari pembakaran lahan oleh warga.

“Pelakunya? Oh iya (dari masyarakat),” kata Hedy.

“Nanti kita serahkan ke polisi ya (sanksi), karena polisi sudah masuk ke sana untuk lakukan semacam pendalaman. Nanti itu polisi lah, kita kan bukan penyelidik,” ujarnya.

Sumber : pantau.com
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].com.
Klik disini untuk mengikuti akun Google News kami agar Anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler Hari Ini