Zelensky Klaim Lumpuhkan Rusia di Timur Ukraina

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Zelensky Klaim Lumpuhkan Rusia di Timur Ukraina

INDONESIATODAY.CO.ID, Jakarta - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan pasukan Kyiv telah mencapai hasil yang signifikan di timur negara itu. Tanpa memberikan rincian, Zelensky menyebutkan kubu Lyman yang diduduki Rusia.

Kementerian Pertahanan Ukraina, seperti dikutip Reuters, sebelumnya mengatakan, pasukannya telah merebut sebuah desa dekat Lyman, di wilayah Donetsk timur.

"Kita harus membebaskan seluruh tanah kita, dan ini akan menjadi bukti terbaik bahwa hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan tidak dapat dilanggar oleh negara teroris mana pun, bahkan negara yang kurang ajar seperti Rusia," kata Zelensky dalam pidato kenegaraan rutin pada Jumat, 30 September 2022.

Di pinggiran kota Zaporizhzhia, Ukraina selatan, pada Jumat, 30 September 2022, Rusia menghantam konvoi kendaraan sipil, yang menurut Zelensky, menewaskan sedikitnya 30 orang. Moskow dalam beberapa kesempatan lalu kerap membantah menargetkan warga sipil.

Menyinggung Rusia, Zelensky mengatakan pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu adalah bukan manusia. Pemimpin Ukraina itu tidak gentar dan akan tetap melawan untuk mempertahankan kedaulatannya.

"Hari ini, Ukraina membuat keputusan untuk membela diri. Semuanya akan dilaksanakan. Keputusan Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional dan Markas Besar Panglima Tertinggi," ujar Zelensky.

Dalam kesempatan terpisah, Volodymyr Zelensky menyatakan negaranya telah mengajukan aplikasi jalur cepat untuk bergabung dengan aliansi militer NATO. Zelensky menegaskan tidak akan mengadakan pembicaraan damai dengan Rusia selama Vladimir Putin masih menjadi presiden.

Pengumuman untuk masuk aliansi blok Barat dari Zelensky diambil tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengesahkan empat wilayah Ukraina untuk menjadi bagian dari negaranya, dalam upacara yang digelar di Kremlin pada Jumat, 30 September 2022.

Wilayah Ukraina yang diduduki Rusia -Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia dan Kherson, menyetujui proposal untuk menjadi bagian dari Rusia. Referendum dilakukan selama empat hari sampai Selasa, 27 September 2022. Total wilayah tersebut sekitar 15 persen dari teritorial Ukraina.

Aneksasi itu ditolak mentah-mentah oleh Ukraina dan negara-negara Barat, yang menilainya sebagai tindakan ilegal. Amerika Serikat, Inggris dan Kanada pun mengumumkan sanksi baru.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menuduh Putin memprovokasi eskalasi perang paling serius sejak Rusia mulai invasi pada 24 Februari. Kendati demikian, dia mengatakan Putin tidak akan berhasil menghalangi aliansi untuk mendukung Kyiv.   

Presiden Amerika Serikat Joe Biden memperingatkan Rusia bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan "setiap inci" wilayah NATO.  

Tensi perang Ukraina makin meninggi setelah pada pekan lalu Putin mengumumkan mobilisasi militer parsial untuk mendongkrak perang Ukraina dan wacana referendum empat wilayah Ukraina mencuat. Warga Rusia  banyak yang protes dan kabur dari tanah airnya karena menolak wajib militer. 

PRESIDENT.GOV.UA I REUTERS

Sumber : tempo.co
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Komentar
Menarik untuk dibaca
Terpopuler Hari Ini