VIRAL! Pria Ngaku Prajurit TNI Ancam Efendi Simbolon Untuk Minta Maaf

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


VIRAL! Pria Ngaku Prajurit TNI Ancam Efendi Simbolon Untuk Minta MaafFoto tangkapan layar tiktok Pria ngaku prajurit TNI dan Efendi Simbolon.

JAKARTA, Video seorang pria yang mengaku prajurit TNI mengancam anggota DPR RI Effendi Simbolon viral di media sosial dan grup percakapan WhatsApp.

“Eh kau Effendi Simbolon, saya prajurit TNI tidak terima atas statemen yang kau ucapkan bahwa TNI seperti gerombolan, seperti ormas, dan TNI tidak kompak. …Kau telah mempermalukan panglima TNI dan KSAD di depan umum,” ujar seorang pria dalam akun TikTok @laroses300 dikutip eranasional, Senin (12/9).

Dalam akun tersebut, pria yang mengaku sebagai prajurit TNI itu berpenampilan rapi memakai kemeja Hijau dan rambut setengah cepak pada sisi kanan dan kiri. Sementara rambut bagian tengah cukup tebal.

Pria ini terlihat begitu tegas. Ia membantah semua tudingan Effendi Simbolon terhadap institusi TNI. Ia menyebutkan TNI sampai saat ini solid. Karena Effendi Simbolon dianggap sudah mencemarkan nama TNI, ia menuntut elit PDIP tersebut meminta maaf secara terbuka.

“Kami seluruh prajurit TNI menunggu permintaan maaf secara tebuka dari kau Effendi Simbolon, jika tidak, kami akan cari di mana pun kau berada,” ancam pria yang mengaku prajurit TNI itu.

Seperti diketahui pernyataan Effendi Simbolan terkait TNI itu disampaikannya saat rapat dengar pendapat Komisi I DPR RI dengan Kemenhan dan TNI, Senayan, Jakarta, Senin (5/9).

Saat itu, petinggi TNI dari panglima hingga seluruh kepala staf angkatan hadir kecuali Kepala Staf Angkatan Darat.

Ketidakhadiran KSAD Jenderal Dudung inilah kemudian menyulut Effendi Simbolon melontarkan kritiknya terhadap TNI.

“…Panglima TNI hadir, KSAD tidak ada. Ada apa dengan TNI…,Kami banyak temuan, disharmoni, ketidakpatuhan, ini TNI kayak gerombolan,lebih-lebih dari ormas, tidak ada kepatuhan…kenapa di tubuh TNI ada pembangkangan-pembangkangan…,” ujar Effendi Simbolon.

Sumber : eranasional.com
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Komentar
Menarik untuk dibaca
Terpopuler Hari Ini