Tingkatkan Proteksi, Ahli Dorong Indonesia Mulai Kembangkan Vaksin COVID-19 Semprot

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Tingkatkan Proteksi, Ahli Dorong Indonesia Mulai Kembangkan Vaksin COVID-19 Semprot

INDONESIATODAY.CO.ID - Peneliti keamanan dan ketahanan kesehatan global dari Griffith University Australia, dr Dicky Budiman mengatakan, sudah saatnya pemerintah Indonesia mengembangkan vaksin COVID-19 yang penggunaannya melalui semprotan ke hidung.

Sehingga masyarakat tidak perlu lagi menerima vaksin primer maupun booster melalui suntikan.

Baca juga: Hadir di Acara Berani Bacot IdeaFest, Erick Thohir Bahagia Indonesia Punya Vaksin COVID-19

"Saya optimis, setidaknya tahun depan atau pertengahan tahun depan, vaksin yang sifatnya nasal yang disemprotkan itu sudah ada," ujarnya kepada Indozone, Jumat (25/11/2022).

Anjuran tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Dicky, vaksin COVID-19 yang ada saat ini, hanya untuk memproteksi saluran napas bawah atau organ paru-paru. Sehingga diperlukan vaksin untuk proteksi saluran napas atas atau mukosa hidung. Ilustrasi virus corona. (FREEPIK/kjpargeter)

Baca juga: Jenis Vaksin COVID-19 yang Aman Bagi Ibu Hamil Sesuai SE Kemenkes

"Perlu diketahui, proteksi vaksin yang ada saat ini proteksinya itu di saluran napas bawah yaitu paru-paru. Tapi saluran napas atas, seperti hidung tidak punya proteksi sehingga virus ini bisa masuk ke tubuh manusia dan bisa menginfeksi," tambahnya.

Lebih lanjut Dicky membeberkan, inovasi vaksin COVID-19 semprot ternyata bukan hal yang baru. Saat ini vaksin COVID-19 semprot tengah dikembangkan oleh beberapa negara, bahkan salah satu negara sudah menggunakannya.

"Nah saat ini, di China, Eropa, dan Amerika Serikat, sudah mulai dikembangkan. Bahkan di China, sudah memberikan itu vaksin semprot di hidung," ujarnya.

Dengan adanya vaksin COVID-19 semprot, pemerintah bisa lebih efektif  dalam memberikan vaksin, terutama pada kelompok tinggi risiko yang belum bisa menerima vaksin suntik.

"Itu akan memberi peluang pada kita, tidak perlu lagi booster-booster seperti saat ini (disuntik). Namun dengan catatan, vaksin uji coba nasal efektif," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

Banyak yang Kesusahan Daftar Vaksin COVID-19 di Aplikasi Jaki, Ini Respon Dinkes DKI Kabar Baik! Stok Vaksin COVID-19 Tersedia, Dinkes DKI Dapat Kiriman 204 Ribu Dosis Alasan Stok Vaksin COVID-19 Menipis, Produksi Dalam Negeri Belum Dapat Izin BPOM
Sumber : indozone.id
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Komentar
Menarik untuk dibaca
Terpopuler Hari Ini