Studi Baru Mengungkapkan, Duduk Terlalu Lama Memiliki Risiko Kematian Tinggi

Saturday, 3 February 2024
Studi Baru Mengungkapkan, Duduk Terlalu Lama Memiliki Risiko Kematian Tinggi
Studi Baru Mengungkapkan, Duduk Terlalu Lama Memiliki Risiko Kematian Tinggi



indonesiatoday.co.id - Sebuah studi terbaru menemukan penemuan baru yakni orang yang terlalu lama duduk mempunyai risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan orang yang sering berdiri dan berjalan. Kebiasaan duduk terlalu lama biasanya sering dialami oleh para pekerja kantor.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), studi yang meneliti hampir 500 ribu orang di Taiwan dalam kurun waktu 13 tahun menemukan bahwa jika duduk dalam waktu terlalu lama dapat meningkatkan risiko kematian sebesar 16 persen. Bahkan duduk terlalu lama juga dikaitkan dengan risiko kematian akibat kardiovaskular sebesar 34 persen lebih tinggi.

"Risiko serius yang terkait dengan duduk dalam waktu lama di tempat kerja dapat dikurangi dengan melakukan istirahat teratur dan melakukan aktivitas fisik tambahan," terang para peneliti di Taiwan dan Amerika Serikat, dalam sebuah artikel yang diterbitkan di jurnal medis JAMA Network Open pada 19 Januari.

Baca Juga: 3 Amalan yang Dapat Dikerjakan Menjelang dan Saat Isra Miraj

"Perubahan sistemik, seperti lebih sering istirahat, meja berdiri, area kerja yang ditentukan untuk aktivitas fisik dan manfaat keanggotaan gym, dapat membantu mengurangi risiko," lanjutnya.

Dalam studi itu, para peneliti menganalisis data yang dikumpulkan dari orang-orang dengan pekerjaan penuh waktu yang berusia di atas 20 tahun. Data tersebut merupakan bagian dari program pemeriksaan kesehatan tahunan atau dua kali setahun di Taiwan antara 1996 dan 2017.

Sebagai informasi, para peneliti tidak memakai data para karyawan yang telah memiliki atau didiagnosa mengidap penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: Dalam Waktu Dekat, Kemenag Akan Buka Seleksi Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi 2024

Dalam kuesioner yang dibagikan, para peserta penelitian wajib menjawab pertanyaan terkait apakah mereka sering duduk, sebagian besar duduk dan berdiri sambil melakukan gerakan berulang-ulang saat bekerja, atau sebagian besar waktu mereka digunakan untun berdiri dan berjalan-jalan.

Para ahli mencatatkan lebih dari 26 ribu kematian, selama kurun waktu 13 tahun penelitian. Kemudian, 57 persen di antara jumlah kematian tersebut terjadi pada peserta yang terlalu sering duduk di tempat kerja. Selain itu, 60 persen kematian pada kelompok "terlalu sering duduk", terkait dengan penyakit kardiovaskular.

Wayne Gao, Penulis utama sekaligus profesor di Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Kedokteran Taipei, mengatakan jika langkah sederhana bisa mengurangi risiko kesehatan akibat duduk terlalu lama.

Baca Juga: Resep Puding Jeruk Santan, Cocok Dijadikan Ide Untuk Hampers Imlek

"Orang-orang harus menghentikan kebiasaan terlalu lama duduk dengan bergerak secara teratur. Pengingat setiap jam di ponsel untuk berjalan sebanyak 300 hingga 500 langkah sangat membantu," kata Gao.

"Di luar pekerjaan, berjalan kaki adalah cara yang baik untuk meningkatkan aktivitas fisik," lanjutnya.

Walau begitu, para peneliti menyebut 'meninggalkan meja' untuk beristirahat dengan berjalan dan berolahraga ringan selama 15 hingga 30 menit per hari dapat mengimbangi risiko kematian termasuk akibat kardiovaskular itu.

Baca Juga: Tata Cara Beserta Niat Memandikan Jenazah Perempuan

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terlalu lama duduk dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, dan diabetes tipe 2. Maka dari itu WHO juga merekomendasikan setiap orang untuk membatasi waktu duduk dan rutin menggerakkan tubuh demi menjaga kesehatan.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kaltenglima.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini