Soroti elite politik jelang pemungutan suara Pemilu 2024, Forum Rektor PTMA sampaikan 6 pernyataan sikap

Saturday, 3 February 2024
Soroti elite politik jelang pemungutan suara Pemilu 2024, Forum Rektor PTMA sampaikan 6 pernyataan sikap
Soroti elite politik jelang pemungutan suara Pemilu 2024, Forum Rektor PTMA sampaikan 6 pernyataan sikap

HARIAN MERAPI – Mendekati pemungutan suara Pemilu 2024, Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) menyampaikan 6 pernyataan sikap.

Pembacaan 6 pernyataan sikap dilakukan langsung oleh Ketua Umum Forum Rekor PTMA, Prof Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM ASEAN Eng di Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (2/2/2024).

Sebelum 6 pernyataan sikap dari Forum Rektor PTMA dibaca, Prof Gunawan menjelaskan, dinamika politik menjelang pemungutan suara Pemilu 2024, rakyat Indonesia disajikan berbagai perilaku elite politik yang jauh dari nilai-nilai keadaban luhur.

Baca Juga: Kesempatan Komitmen Paslon AMIN untuk 'BUMN Dikoperasikan', Strategi Penyaluran KUR Melalui Koperasi untuk Petani, Nelayan dan Peternak

“Proses demokrasi yang sudah dibangun sejak 25 tahun lalu, kini berjalan dengan penyimpangan yang tidak lagi sesuai dengan cita-cita luhur kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai contoh, dalam proses pembuatan sejumlah kebijakan dilaksanakan tanpa melibatkan publik secara luas seperti pada UU Omnibuslaw Cipta Kerja, UU Omnibuslaw Kesehatan, dan UU Ibu Kota Negara (IKN).

Karena itu, sebut Prof Gunawan, momentum 14 Februari 2024 harus menjadi momentum untuk melakukan kontrak politik baru antara rakyat dengan calon pemimpin atau elit politik baru.

“Yakni, dengan memilih calon pemimpin yang diyakini akan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang bermartabat. Atas dasar itu, Forum Rektor PTMA menyatakan sikap,” papar Prof Gunawan yang juga Rektor UMY.

Baca Juga: Diputus cinta, seorang pemuda nekat coba membunuh mantan kekasihnya

Adapun 6 pernyataan sikap dari Forum Rektor PTMA, sebagai berikut:

1. Forum Rektor PTMA dengan melibatkan civitas akademika seluruh kampus PTMA akan melakukan pengawalan sekaligus pengawasan terhadap jalannya proses masa kampanye pemilu hingga penghitungan dan penetapan suara di KPU sehingga memastikan pemilu terbebas dari berbagai tindakan pelanggaran maupun kecurangan.

2. Menyerukan kepada penyelenggara pemilu, baik KPU dan Bawaslu hingga jajarannya di tingkat TPS untuk dapat menjaga integritas dan netralitas para petugasnya agar pemilu benar-benar berjalan sesuai dengan asas Langsung Umum Bebas Rahasia Jujur dan Adil.

Baca Juga: Tidak hanya ponsel, akun media sosial Aiman Witjaksono juga disita polisi

3. Menyerukan kepada warga Muhammadiyah, terutama mahasiswa, dosen, dan karyawan di lingkungan PTMA untuk menjadi pengawas independen di masing-masing TPS dan melaporkan kepada pengawas TPS dan Bawaslu jika terjadi pelanggaran dan kecurangan.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianmerapi.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini