Sopir Truk Tronton Kecelakaan Maut di Simpang Muara Rapak, Balikpapan Terancam 6 Tahun Penjara

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Sopir Truk Tronton Kecelakaan Maut di Simpang Muara Rapak, Balikpapan Terancam 6 Tahun Penjara

INDONESIATODAY.CO.ID, Jakarta - Polisi menetapkan Muhammad Ali, sopir truk tronton bernomor polisi KT 8534 AJ sebagai tersangka kasus kecelakaan maut yang terjadi di Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (21/1/2022) sekitar pukul 06.15 Wit.

Dalam kejadian ini, empat orang meninggal dunia dan puluhan orang lain mengalami luka ringan maupun berat.

BACA JUGA: 4 Kabar Terkini Kecelakaan Maut Truk Tronton di Rapak Balikpapan BACA JUGA: Top 3: Kecelakaan Balikpapan hingga Nasib Tenaga Honorer

Baca Juga

Pernah Diusulkan, Pembangunan Flyover di Lokasi Kecelakaan Balikpapan Ditolak DPRD Kaltim Dirut Jasa Raharja: Korban Kecelakaan Balikpapan Tak Perlu Khawatir Biaya Rumah Sakit Teuku Wisnu Ungkap Fakta Mengejutkan di Tengah Kecelakaan Maut Balikpapan

Kabid Humas Polda Kalimantan Timur (Kaltim) Kombes Yusuf Sutejo mengatakan supir kecelakaan maut itu dikenakan Pasal 310 tentang LLAJ.

"Pasal 310 UU No. 22/2009 tentang LLAJ Jo Pasal 359 KUHP," kata Yusuf saat dihubungi, Sabtu (22/1/2022).

Dalam Pasal 310 tentang LLAJ disebutkan:

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000,00.

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp10.000.000,00.

Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00,".

Untuk memudahkan pemeriksaan awal terhadap Ali atas kasus kecelakaan tersebut. Penyidik melakukan penahanan terhadapnya selama 20 hari ke depan.

"Iya (sementara ditahan 20 hari ke depan)," ujarnya.

 

Sumber : liputan6.com
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email mediaselebindonesia@gmail.com.
Klik disini untuk mengikuti akun Google News kami agar Anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler Hari Ini