Sambut Hari Santri Nasional 2022, Menag: Jawab Kebencian Pada Santri dengan Prestasi!

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Sambut Hari Santri Nasional 2022, Menag: Jawab Kebencian Pada Santri dengan Prestasi!

INDONESIATODAY.CO.ID Hari Santri Nasional (HSN) 2022 akan tiba pada tanggal 22 Oktober 2022. Biasanya, para santri akan melakukan upacara bendera di pondok-pondok dengan menggunakan sarung.

HSN 2022 ini sudah dilaunching oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, pada 27 September 2022 di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Kegiatan tersebut disiarkan langsung melalui chanel Youtube Kemenag RI. Selain itu, acara ini juga dihadiri ribuan mahasiswa, santri, dan masyarakat sekitar Pekalongan.

Dalam kesempatan itu, Menag menyatakan bahwa kita harus jawab kebencian pada santri dengan prestasi. Pasalnya, selama ini ada generalisasi atas adanya satu dua kasus.

"Saya ingat bahwa ada pihak yang tidak suka dan benci dengan kemajuan para santri. Mereka melakukan generalisasi secara berlebihan atas peristiwa yang terjadi di pesantren," kata Menag.

Misalnya, lanjut Yaqut, ketika ada satu atau dua santri yang diduga melakukan tindak kekerasan, hal itu kemudian digeneralisasi seakan menjadi potret perilaku umum para santri. Hal itu dilakukan karena ketidaksukaan. Ini harus dijawab oleh para santri.

Menag melanjutkan, kebencian pada santri harus dilawan dengan prestasi.

"Kebencian dan ketidaksukaan terhadap para santri harus dilawan. Kebencian itu harus dilawan dengan prestasi, belajar yang benar dan sungguh-sungguh. Sehingga, apa yang dituduhkan oleh orang yang tidak suka dengan gemilangnya para santri itu terjawab karena para santri benar-benar bisa diandalkan," tegasnya.

Menag juga mengajak kepad santri, bahwa kebencian orang lain jangan dilawan dengan kebencian yang sama. Jika ada orang tidak suka dengan para santri, hal itu harus dijawab dengan prestasi. Bukan kita melawannya dengan kebencian, tapi prestasi. Saya yakin, kata Menag, para santri mampu menunjukkan prestasinya.

Perlu diketahui, Hari Santri sendiri diperingati sejak tahun 2015, setelah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Negara menganugerahkan Hari Santri karena jasa para santri terdahulu. Mereka ikut berjuang, mempertaruhkan nyawa, harta, dan semua yang dimiliki demi kemerdekaan Indonesia.

Menag juga meminta agar para santri meneruskan perjuangan para ulama secara sungguh-sungguh.

"Hari Santri itu pengakuan atas jasa masa lalu. Itu bukan pengakuan atas apa yang kalian lakukan sekarang. Maka, tugas para santri masa kini untuk meneruskan perjuangan pendahulunya dengan belajar secara bersungguh-sungguh. Gunakan kesempatan yang ada untuk menempa diri dan mengukir prestasi," pungkasnya.[]

Sumber : akurat.co
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Komentar
Menarik untuk dibaca
Terpopuler Hari Ini