Saksi JPU dalam Sidang Lanjutan Ade Yasin Bikin Kesal Hakim PN Bandung

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Saksi JPU dalam Sidang Lanjutan Ade Yasin Bikin Kesal Hakim PN Bandung

INDONESIATODAY.CO.ID, Bandung - Dalam sidang lanjutan kasus di PN Bandung dugaan penyuapan dengan terdakwa Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin, Rully Faturahman dihadirkan sebagai saksi.

Dalam kesaksiannya, di sidang lanjutan itu Rully mengungkap hubungan antara Ade Yasin dengan terdakwa lainnya Ihsan Ayatullah di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Senin 8 Agustus 2022.

Kasubag Penatausahaan Keuangan Sekretariat Pemerintah Kabupaten Bogor itu menyebutkan, hubungan antara Ade Yasin dan Ihsan tidak baik.

Baca Juga: KKES Resmi Melantai di Pasar Modal Indonesia BEI

"Sepertinya kalau sama Ibu Ade kurang baik, (hubungan) Ihsan sama Ibu Bupati. Pernah satu kali kita menghadap untuk urusan yang lain. Itu ibu marah banget ke Ihsan, untung saya membelokkan ke pembicaraan yang lain," ungkap Rully saat ditanya Jaksa KPK mengenai hubungan keduanya.

Diketahui, terdakwa Ihsan dalam kasus ini menjabat sebagai Kasubid Kasda Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor. Ihsan dalam perkara dugaan suap didakwa sebagai pemberi sejumlah uang kepada auditor Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat.

Pada Jaksa, Rully mengatakan, jika ia sempat diminta oleh Ihsan untuk menyiapkan dua rekening dan sejumlah uang oleh Ihsan untuk berurusan dengan BPK.

Baca Juga: Tinggal Nunggu Restu Kejati Jabar, Tersangka Kasus Korupsi di PT PPE Bakal Ditetapkan

"Kata Ihsan, BPK perlu uang. Saya yang mencari, untuk yang Rp50 juta, saya pinjam yang mulia. Yang Rp10 juta pribadi sendiri," kata Rully.

Hakim Ketua, Hera Kartiningsih pun menanyakan untuk apa diberikan Ihsan kepada BPK. Rully mengaku tidak tahu.

"Masa tidak tahu, harusnya sodara jujur. Pengecut bapak ini, kelihatan bohongnya," ujar Hera.

Baca Juga: PTPN VIII Bantah Lakukan Alih Fungsi Lahan Tanaman Teh Tanpa Izin di Rancabali Kabupaten Bandung

Hera pun kemudian menegaskan pertanyaan uang tersebut. Namun Rully menjawab uang tersebut mungkin untuk pemeriksaan. Mendengar jawaban tersebut, Hera pun geram.

"Jangan jawab mungkin, kalau tahu ya tahu kalau tidak ya tidak. Sodara ini ingin lepas tanggung jawab, seolah tidak ikut dalam ini," kata Hera.

Kemudian, Rully mengaku sempat satu kali dibawa oleh Ihsan untuk bertemu dengan Ade Yasin bersama dua pegawai Pemkab Bogor lainnya, Andri Hadian Sekretaris BPKAD dan Feri Syafari Kasubid di BPKAD pada 2021 silam.

Baca Juga: 73 Persen Jalan di Jabar Rusak, DPRD Jabar Sebut Perlu Ada Suntikan Dana

Pertemuan tersebut menurut Rully dalam rangka memperkenalkan Feri sebagai Kasubid yang baru dilantik dan membahas kondisi keuangan daerah yang mengalami defisit. Dalam pertemuan tersebut tidak membahas pengondisian agar meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Pasalnya, pertemuan tersebut terjadi setelah Feri dilantik pada 2 Juni 2021, dan predikat WTP sudah berhasil diraih oleh Pemerintah Kabupaten Bogor pada Mei 2021.

"Pembicaraan yang lain saya tidak ngerti. Kayanya, Anggaran kurang anggaran Kabupaten Bogor kurang. Laporan ke bupati bahwa anggarannya kurang, defisit di BPKAD. Ada laporan keuangannya jelek. Pertemuannya sebentar, 5-10 menit," terang Rully.*** (Cesar Yudistira)

Sumber : inilahkoran.com
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Komentar
Menarik untuk dibaca
Terpopuler Hari Ini