Rayakan Ultah di Kuburan, Gadis Pilu Kini Sebatang Kara, Keluarga Meninggal Jadi Korban Gempa Palu

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Rayakan Ultah di Kuburan, Gadis Pilu Kini Sebatang Kara, Keluarga Meninggal Jadi Korban Gempa Palu

INDONESIATODAY.CO.ID - Viral gadis rayakan ulang tahunnya seorang diri di kuburan.

Perayaan ulang tahun seharusnya menjadi hari yang bahagia.

Tak jarang orang akan merayakan ulang tahun dengan meriah di sebuah restoran .

Namun nyatanya hal tersebut tidak berlakuk bagi gadis ini.

Baca juga: BARU Dinikahi, Suami Masih Sering Datangi Makam Istri Dulu, Wanita Ini Risih Dengar Ucapan Tetangga

Baca juga: ABG Dirazia, Satpol PP Syok Saat Antar Pulang, Ternyata Rumahnya di Makam Ayah Tidur Beralas Sajadah

Dwi rayakan ultahnya di kuburan (tiktok)

Bagaimana tidak, gadis ini justru merayakan ulang tahunnya di sebuah kuburan.

Usut punya usut, jika biasanya ia merayakan ulang tahun bersama keluarga, kini ia hanya sebatang kara.

Wanita bernama Dwi tersebut berdiri di antara deret sebuah makam.

Di hari istimewanya tersebut, wanita itu memilih memakai baju putih.

Ia melemparkan senyum ke arah kamera.

Baca juga: RINDU Sosok Tercinta, Bocah Ini Diam Depan Kuburan, Pilu Saat Pamit: Nanti Khadijah Datang Lagi Ya

Terungkap dari narasi yang beredar, Dwi berada di makam keluarganya.

Keluarganya tewas karena musibah gempa yang terjadi di Kabupaten Sigi dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Peristiwa sedih itu terjadi pada 28 September 2018.

Saat itu gempa dahsyat telah meluluhlantakkan sebagian besar Provinsi Sulteng.

Akibat gempa tersebut, korban tak hanya kehilanggan tempat tinggal namun juga orang tercinta.

Gempa Palu tewaskan semua anggota keluarga Dwi (tiktok)

Dwi pun termasuk dalam yang kehilangan anggota keluarga.

Ia membagikan ksiahnya lewat akun TikTok @larasseptiaa.

Dalam video tersebut, Dwi menunjukkan foto saat berada di sebuah mobil.

Tampak ayah duduk di bangku kemudi, dan ibunya duduk di sebelahnya.

Dwi dan saudara lainnya duduk di kursi tengah.

Dwi menunjukkan anggota keluarganya satu per satu.

Ada ayah, ibu, kakak, adik, dan juga dirinya.

Rupanya foto tersebut diambil pada tahun 2018.

"Hey sudah 4 tahun ya," tulis Dwi dalam video.

Baca juga: SUDAH 48 Tahun Cerai, Pria Ini Tiap Pagi Kencingi Makam Mantan Istrinya, Terkuak Masa Lalu Keduanya

Setelah menunjukkan anggota keluarganya itu, Dwi juga menunjukkan foto makam masing-masing.

Video pun jadi bernuansa pilu.

Sudah 4 tahun berlalu sejak mereka semua pergi.

Di kolom komentar, netizen pun memberi semangat pada Dwi.

Lihat videonya di sini

'Nanti Iman Jumpa Ibu', Sering Rindukan, Pemuda Kini Menjadi 'Teman' Sang Bunda, Makam Berdampingan

Kerinduan seorang pemuda akan sosok ibu tak terbendung lagi.

Meski sang ibu telah berpulang 4 tahun lalu, pemuda ini tak pernah sehari pun tidak merindukan sosok malaikatnya itu.

Berjanji akan menemui ibu di makam, pemuda bernama Prebet Muhamad Iman Arbain ini benar-benar 'berjumpa' dengan sang bunda di alam sana.

Ucapan Iman yang selalu merindukan dan ingin bertemu ibu seolah menjadi pertanda kepergiannya.

Iman meninggal dunia pada 21 September 2022 lalu.

Pemuda yang meninggal dunia di usia 23 tahun dilaporkan pingsan saat menjalani latihan militer yang merupakan orientasi dasar dalam menjadi tentara pada 19 September 2022.

Pingsan saat latihan, Iman langsung dilarikan ke rumah sakit.

Iman (kanan) dalam balutan baju tentara (mStar)

Setelah menjalani perawatan, Iman dinyatakan meninggal dunia karena kegagalan fungsi organ.

Melansir mStar, kakak almarhum Iman, Noorzihansafira Arbain menuturkan kalau telah ikhlas melepas kepergian sang adik.

Kendati demikian, Zihan tidak menyangka sang adik akan pergi secepat itu.

Zihan sendiri terakhir kali berkomunikasi dengan sang adik sebelum Iman dilaporkan pingsan.

"Karena Iman sedang latihan militer, kami jarang bertemu, tapi selalu video call. Sejak ulang tahun Iman pada 5 Maret lalu, dia sering mengatakan kalau sangat merindukan almarhumah ibu," ujar Zihan.

Iman merasa jauh dari (makam) ibu sejak ia pindah ke Sabar di akhir tahun 2021 lalu karena harus menjalani pendidikan.

Ibunda Iman sendiri meninggal 4 tahun lalu karena pembengkakan hati dan dimakamkan di Felda Keratong 4 di Bandar Tun Abdul Razak, Pahang.

Unggahan Iman ingin bertemu ibu (kiri), kini dimakamkan oleh pasukan tentara di samping pusara ibunda (mStar)

Kerinduan memuncak, Iman sampai mengubah foto profil di Facebook bersama sang ibu.

"Iman mengubah foto profil saat masih kecil bersama ibu di Facebook-nya pada Mei lalu. Saya tidak memiliki firasat apa-apa karena dia memang selalu mengatakan kangen ibu," lanjut Zihan, seperti INDONESIATODAY.CO.ID kutip dari mStar.

Wanita berusia 31 tahun ini juga tidak menyangka adik bungsunya akan dimakamkan bersebelahan dengan makam sang ibu yang sangat dirindukan.

"Meskipun sudah 4 tahun berlalu, masih ada cukup ruang untuk Iman dimakamkan di samping pusara ibu. Pasukan tentara yang menggali dan mengurus pemakaman Iman," tuturnya.

"Dia (Iman) pernah menyampaikan keinginannya untuk ziarah ke makam ibu pada bulan Desember setelah selesai latihan, tapi kini dia benar-benar menjadi 'teman' ibu," pilu Zihan.

Selama sang ibu sakit dan dirawat, Iman selalu menemani dan menjaga ibunya di rumah sakit.

Menurut penuturan Zihan, Iman merupakan sosok yang murah senyum dan suka membantu orang lain.

Zihan juga mengatakan kalau selama ini sang adik mewarisi hobi memasak sang ibu.

Bahkan Iman kerap membagikan masakan ke teman-temannya.

Baca juga: Pelayat Syok, Bocah 3 Tahun Hidup Lagi saat Dimakamkan, Padahal Dinyatakan Meninggal, Berakhir Pilu

Sebelum meninggal dunia, Iman ubah foto profil Facebook bersama ibu (mStar)

"Semua merindukan masakan Iman dari resep ibu, nasi butter. Saya sendiri awalnya menduga Iman akan menjadi chef, ternyata dia memilih menjadi tentara," ujar ibu 3 anak tersebut.

Sosok Iman yang berjiwa lembut dan mudah menangis membuat sang kakak tak menyangka adiknya memilih jadi tentara.

"Walaupun ayah tidak bisa memakaikan baret hijau ke Iman seperti yang diinginkan, tapi semua pasukan militar memberikan hormat pada Iman di hari pemakamannya. Banyak teman yang datang untuk menyaksikan dan mendoakan pemakaman Iman malam itu," beber Zihan.

Bagi Zihan, sang adik bungsu dianggap sebagai pahlawan karena telah mewujudkan impian menjadi tentara di akhir hidupnya.

"Walaupun bukan di medan perang, tapi Iman berjuang untuk menjadi pahlawan. Dia terlalu istimewa, semoga lebih banyak yang mendoakannya," pungkas Zihan.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com dan TribunGorontalo.com dengan judul Pilu Wanita Rayakan Ultah Sendirian di Kuburan, Seluruh Keluarga Meninggal Jadi Korban Gempa Palu, Sebelum Wafat Ibunda Wisudawati Berprestasi Universitas Negeri Gorontalo, Tempuh 1,178 Km dari Papua

Sumber : tribunnewsmaker.com
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Komentar
Menarik untuk dibaca
Terpopuler Hari Ini