PLN Bangun 21 Pembangkit Listrik EBT 1,1 Gigawatt di 2022, Ini Daftarnya

PLN Bangun 21 Pembangkit Listrik EBT 1,1 Gigawatt di 2022, Ini Daftarnya
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), salah satu jenis pembangkit listrik dengan energi baru terbarukan (EBT). Foto: Nurlaela/ Kumparan

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN akan membangun pembangkit listrik dengan sejumlah energi baru terbarukan (EBT) dengan total kapasitas 1,1 gigawatt pada 2022. Proyek tersebut dimaksudkan untuk mempercepat transisi energi dan meningkatkan porsi energi bersih dalam bauran energi nasional.

Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto, mengatakan pembangunan proyek pembangkit energi bersih mengacu kepada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030.

"Dalam RUPTL kami berkomitmen penggunaan energi bersih akan lebih banyak. Langkah ini kami lakukan untuk mencapai karbon netral pada 2060," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (25/11).

Wiluyo menjelaskan PLN memiliki 21 proyek energi baru terbarukan yang akan dikembangkan tahun depan. Di antara 21 proyek tersebut, terbagi ke dalam berbagai sumber energi baru terbarukan (EBT), yaitu:

  • Pembangkit Listrik Tenaga Air atau Minihidro (PLTA/M) berkapasitas 490 megawatt tersebar di Sumatera, Sulawesi, dan Jawa.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan total kapasitas sebesar 195 megawatt.

PLN Bangun 21 Pembangkit Listrik EBT 1,1 Gigawatt di 2022, Ini Daftarnya (1)
Ilustrasi penerapan protokol pencegahan COVID-19 di Kantor Pusat PLN. Foto: PLN
  • Pembangkit Listrik Tenaga Bioenergi (PLTBio) dengan kapasitas hampir 20 megawatt.

  • Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa kepulauan, dengan lokasi tersebar termasuk program konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebesar 500 megawatt.

  • Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

"Kami membuka peluang kerja sama seluas luasnya bagi semua pihak yang ingin mengembangkan pembangkit energi baru terbarukan," ucap Wiluyo.

Pada 2021, PLN menargetkan ada tambahan kapasitas terpasang dari pembangkit listrik minihidro sebanyak 13 proyek dengan total kapasitas 71,9 megawatt.

Selain itu, ada pula tambahan dua PLTA di Poso Peaker sebesar 130 megawatt dan Malea 90 megawatt. Serta tambahan dari pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBG) di Pasir Mandoge dan Arung dengan kapasitas masing-masing 2 megawatt.

Dalam program transisi energi dan mencapai target karbon netral, PLN juga melakukan berbagai upaya tak hanya membangun pembangkit energi bersih, tetapi menghentikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara secara bertahap hingga 2050.

Artikel Asli
Dipublikasikan pada 25 Nov 2021 19:58 PM
Sumber: kumparan.com
IndonesiaToday merupakan situs agregator berita yang mengambil informasi dari berbagai sumber berita terpercaya dan menampilkannya dalam satu situs. Semua informasi yang ditampilkan adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis berita (sumber).
Komentar
Rekomendasi untuk Anda
Paling banyak dibaca hari ini