Perwira Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri, Protes Dukungan Washington ke Israel

Wednesday, 15 May 2024
Perwira Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri, Protes Dukungan Washington ke Israel
Perwira Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri, Protes Dukungan Washington ke Israel


INDONESIATODAY.CO.ID
- Seorang perwira Angkatan Darat AS mengumumkan pengunduran dirinya sebagai protes atas dukungan Washington terhadap perang Israel di Gaza.


Harrison Mann, perwira Badan Intelijen Pertahanan, mengatakan dalam surat pengunduran dirinya yang ia publikasikan di LinkedIn, Senin (13/5/2024), bahwa 'dukungan tak terbatas' AS kepada Israel 'memungkinkan dan memberdayakan pembunuhan dan kelaparan terhadap puluhan ribu warga Palestina yang tidak bersalah'.


Mann merasa berkontribusi terhadap hal tersebut dan mengatakan bahwa: "Hal ini membuat saya malu dan bersalah."


"Dukungan tanpa syarat ini juga mendorong eskalasi secara sembrono yang berisiko menimbulkan perang lebih lebih luas," lanjut pernyataan dia seperti dikutip Anadolu Agency, Selasa (14/5/2024).


Bulan lalu, Hala Rharrit, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, juga mengundurkan diri sebagai protes atas kebijakan pemerintahan Biden di Jalur Gaza.


Rharrit telah menjabat berbagai peran di Kemlu AS sejak 2005 dan menjadi juru bicara Timur Tengah dan Afrika Utara sejak Agustus 2022.


Dia adalah pejabat Kemlu AS ketiga yang mengundurkan diri secara terbuka sejak 7 Oktober, menyusul Annele Sheline, pejabat urusan luar negeri di Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Perburuhan, yang mundur bulan lalu.


Kemudian Josh Paul, mantan direktur Biro Politik-Urusan Militer, secara terbuka mengumumkan pengunduran dirinya pada Oktober 19.


Israel melancarkan serangan militer di Gaza sejak serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang.


Lebih dari 35.000 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan 78.800 lainnya terluka akibat kehancuran massal di Gaza.


Lebih dari tujuh bulan sejak perang Israel berkecamuk, sebagian besar wilayah Gaza hancur, memaksa 85 persen penduduk wilayah kantong tersebut mengungsi di tengah blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan, demikian catatan PBB.


Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ), yang telah memerintahkan Tel Aviv untuk memastikan bahwa pasukannya tidak melakukan pembantaian massal itu dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.


Sumber: inilah

BERIKUTNYA

SEBELUMNYA

Komentar

Artikel Terkait

Terkini