Pengacara Keluarga Brigadir J soal Penahanan Putri Candrawathi: Sudah Terlambat

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Pengacara Keluarga Brigadir J soal Penahanan Putri Candrawathi: Sudah Terlambat

INDONESIATODAY.CO.ID, Jakarta Polri menahan istri eks Kadiv Propam Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Pengacara keluarga almarhum Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menilai langkah Polri ini tepat, tapi terlambat.

Pasalnya, rentang waktu antara penetapan Putri sebagai tersangka hingga penahanan terlampau lama. Kepolisian pun baru menahan istri Ferdy Sambo usai Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan berkas kasus pembunuhan berencana Brigadir J sudah lengkap atau P21.

BACA JUGA: Babak Baru Kasus Sambo: Keppres Pemecatan Diteken Jokowi hingga Penahanan Sang Istri BACA JUGA: Datang Pakai Jaket Burberry, Putri Candrawathi Kenakan Baju Tahanan Usai Jalani Pemeriksaan BACA JUGA: Penampakan Putri Candrawathi Pakai Baju Tahanan Oranye BACA JUGA: Kenakan Baju Tahanan, Putri Candrawathi: Saya Ikhlas Diperlakukan Seperti Ini

Baca Juga

VIDEO: Putri Candrawathi Ditahan, Pengacara: Anak Dititipkan ke Pengasuh dan Neneknya Febri Diansyah: Putri Candrawathi Masih Ada Dampak Trauma yang Dirasakan Putri Candrawathi Ditahan, Pengacara: Anaknya Dijaga Pengasuh dan Neneknya

"Sudah tepat (Penahanan PC), malahan sudah terlambat karena dia sudah tersangka sejak kita laporkan kenapa baru tahap 2 (berkas Kejagung) baru ditahan," ujar Kamaruddin Simanjutak saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (1/10/2022).

Pada sisi lain, pihak keluarga Brigadir J mengaku sudah merasa cukup lega atas penahanan Putri. Meskipun mereka berharap agar Putri dapat mendatangi pihak keluarga Brigadir J untuk meminta maaf.

"Sudah mereka cukup lega," tutur keluarga Brigadir J melalui Kamaruddin.

"Karena sebetulnya yang mereka harapkan selama ini PC datang untuk bertanggung jawab ke Jambi memberitahu apa yang sebenarnya terjadi," tambah dia.

Dia mengatakan, Putri memang sudah seharusnya ditahan, agar tercipta keadilan. Polri pun tidak dipandang pilih kasih. Terlebih dengan dalih kemanusiaan untuk tidak melakukan penahanan.

"Harus, harus ditahan karena alasan polisi tidak menahan PC karena alasan kemanusiaan seolah-olah yang lain yang ditahan itu margasatwa," tegas Kamaruddin

Menurut Kamaruddin, semua orang di mata hukum adalah sama termasuk Putri. Selama ini, hanya Putri yang seolah diperlakukan secara istimewa.

"Padahal semua yang ditahan itu di rutan rutan lain dipenjara penjara itu semua manusia, kenapa alasan kemanusiaan tidak berlaku buat Aceh, buat Sumut, Palembang, Riau sampai Kalimantan, Jawa sampai Papua sana. Kenapa hanya buat PC berlaku alasan kemanusiaan bukankah yang lain juga manusia," kata dia.

 

Sumber : liputan6.com
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Komentar
Menarik untuk dibaca
Terpopuler Hari Ini