PBB Curiga Ada Kejahatan Perang di Wilayah yang Diduduki Rusia di Ukraina

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


PBB Curiga Ada Kejahatan Perang di Wilayah yang Diduduki Rusia di Ukraina

Kepala Komisi PBB urusan Ukraina Erik Mose pada Jumat, 23 September 2022, mengungkap di area-area Ukraina yang diduduki Rusia telah terjadi sejumlah kejahatan perang seperti perkosaan, penyiksaan dan anak-anak yang dikurung.

Ukraina dan sekutu-sekutunya di Barat menuduh telah terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh tentara Rusia sejak invasi pada 24 Februari 2022. Namun Moskow menyangkal tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah kampanye kotor.

“Berdasarkan bukti yang dikumpulkan oleh Komisi, disimpulkan bahwa kejahatan perang telah terjadi di Ukraina,” kata Mose.   

Marinir Ukraina berlutut setelah menyerahkan diri di Mariupol, Ukraina, dari video yang dirilis TV Rusia 13 April 2022. "Di kota Mariupol... 1.026 prajurit Ukraina dari brigade marinir ke-36 secara sukarela meletakkan senjata mereka dan menyerah," kata Kementrian Pertahana Rusia. RURTR/via Reuters TV/Handout via REUTERS

Mose tidak menyebut secara spesifik siapa yang harus disalahkan atas dugaan kejahatan perang ini. Akan tetapi, Komisi PBB urusan Ukraina fokus pada sejumlah area yang sebelumnya diduduki oleh tentara Rusia. Contohnya Kyiv, Chernihiv, Kharkiv dan Sumy.

Tim investigasi untuk urusan Ukraina atau komisi PBB urusan Ukraina dibentuk oleh dewan Komisi HAM PBB pada Maret 2022. Tim investigasi telah mendatangi 27 tempat dan melakukan wawancara pada lebih dari 150 korban serta saksi mata.

Mereka menemukan banyak bukti terjadinya sejumlah eksekusi. Di antara bukti yang ditemukan adalah jasad dengan tangan terikat dan luka-luka tembak, bahkan di kepala.

Tim investigasi mengatakan mereka telah mengidentifikasi sejumlah korban kekerasan seksual dengan rentan usia 4 tahun sampai 82 tahun. Mose menambahkan pihaknya belum menyusun secara umum pola hingga dampak dari kejahatan perang ini.

Rusia menyangkal menyerang warga sipil dalam apa yang mereka sebut operasi militer (di Ukraina). Rusia diminta untuk memberikan tanggapan atas rentetan tuduhan ini di rapat Dewan HAM PBB, namun yang terjadi kursi delegasi Rusia kosong. Moskow belum memberikan komentar perihal ini.

Komisi PBB urusan Ukraina selanjutkan akan mengalihkan perhatiannya pada sejumlah dugaan adanya kamp-kamp ‘penyaringan’ di area – area yang diduduki oleh Rusia untuk memproses tahanan perang Ukraina serta klaim-klaim adanya pemindahan paksa pada warga negara Ukraian dan anak-anak adopsi Ukraina yang ada di Rusia.

   

Sumber: Reuters

Baca juga: Kejahatan Perang hingga Genosida, Inilah 4 Jenis Pelanggaran HAM Berat

Ikuti berita terkini dari tempo.co di Google News, klik di sini.          

Sumber : tempo.co
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Klik disini untuk mengikuti akun Google News kami agar Anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler Hari Ini