Pada 2023, Nilai Investasi di Blora Tembus Rp 126 Miliar

Friday, 19 January 2024
Pada 2023, Nilai Investasi di Blora Tembus Rp 126 Miliar
Pada 2023, Nilai Investasi di Blora Tembus Rp 126 Miliar

BLORA, Radar Bojonegoro - Nilai investasi di Kota Sate mencapai Rp 126 miliar akhir tahun lalu. Investasi itu didominasi dari penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sisanya, berupa penanaman modal asing (PMA). Angka tersebut berdampak pada tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang turun.

Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Blora Bondan Arsyianti mengatakan, realisasi investasi di daerah cukup bagus pada akhir tahun lalu. Nilainya, mencapai Rp 126 miliar atau tumbuh 140 persen. ’’Target investasi 2023, sebanyak Rp 80 miliar. Pada triwulan tiga kemarin sudah melebihi target,” terangnya.

Bondan menjelaskan, realisasi investasi itu terbagi dalam empat triwulan. Untuk saat ini yang berinvestasi di Blora didominasi PMDN. Jumlahnya, Rp 116 Miliar. Rerata merupakan investasi di sektor industri makanan, hotel, dan restoran. ’’Sementara, untuk PMA Rp 10 miliar yang masuk hanya ada satu dan masih berproses survei,” terangnya.

Baca Juga: Investor Biomassa Lirik Potensi Limbah Pertanian Blora, Nilai Investasi Sekitar Rp 1,5 Triliun

Ia menjelaskan, setiap daerah target investasi berbeda-beda sesuai dengan laporan kegiatan penanaman modal (KPM). Namun, dari pemerintah pusat telah memberikan target penanaman modal ke setiap provinsi. Kemudian dari provinsi turun ke kabupaten sebesar Rp 80 miliar.

"Kami akan berusaha maksimal untuk membangkitkan perekonomian masyarakat. Sehingga kesejahteraan masyarakat setempat bisa meningkat dengan adanya investasi yang datang," jelasnya.

Menurutnya, investasi bisa menggerakan roda perekonomian sekaligus menyerap tenaga kerja. ’’Tujuannya memfasilitasi dan mempertemukan antara pencari kerja secara langsung dengan perusahaan nasional. Serta, untuk mengurangi angka pengangguran di daerah,” ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker) Blora Endro Budi Darmawan mengatakan, faktor turunnya TPT tahun lalu karena beberapa pabrik baru berdiri. Dan, usaha-usaha dari DPMPTSP menggaet investor. ’’Akhirnya, TPT turun menjadi 3,10 persen dari yang kami targetkan 3,35 persen tahun lalu atau turun 0,60 persen,” katanya. (luk/bgs)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarbojonegoro.jawapos.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini