Misteri Sandal Mahasiswa Hilang di Bukit Krapyak Mojokerto

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Misteri Sandal Mahasiswa Hilang di Bukit Krapyak Mojokerto

Mojokerto (INDONESIATODAY.CO.ID) – Dalam video amatir pendaki yang diterima Tim SAR Gabungan, mahasiswa yang hilang di Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Raffi Dimas Baddar (20) mententeng sepasang sandal selop warna hitam. Sandal tersebut diketahui milik teman perempuannya yang ikut camping.

Hari kedua operasi pencarian, Senin (26/9/2022) sekira pukul 15.00 WIB, Search and Rescue Unit (SRU) 1 menemukan sandal selop warna hitam. Setelah dikonfirmasi sandal tersebut yang dibawa survivor. Lokasi penemuan sandal tersebut berjarak 1,96 km dari musholla Makam Krapyak.

Sandal tersebut diyakini yang dibawa survivor dari warna, bentuk, jumlah tali dan size. Survivor ditemukan di dasar air terjun kering di Sungai Kretek pada koordinat S7°42’27″E122°33’05”. Air terjun yang sudah mati dengan posisi di terasan sekira 60 meter dari atas.

“Terjatuh dia, jadi banyak faktor sebetulnya. Dia pakai sandal itu menambah peluang dia untuk terpeleset. Jadi luka-luka itu pasti, survivor ditemukan dengan posisi telungkup. Jadi insiden itu memang fatal,” ungkap Humas Operasi SAR Krapyak 2, Saiful Hasan.

Selain sandal yang ditemukan, bau yang tidak sedap di sekitar penemuan sandal diyakini merupakan bau dari jenazah survivor. Menurutnya, bau tersebut dinilai beda dengan bau bangkai binatang dan lain sebagainya sehingga pencarian difoluskan di Sungai Kretek.

“Kalau bau jenazah itu, baunya khas. Ditemukan pukul 10.45 WIB tapi kan diawali kemarin sore dapat sandalnya jadi pukul 08.00 WIB, semua SRU difokuskan di titik penemuan sandal. Kalau video itu dari awal sudah dikonfirmasi dari keluarganya, memang itu survivor. Untuk sandal tersebut milik teman perempuannya,” katanya.

Baca Juga:Masih Nihil, Pencarian Mahasiswa Hilang di Bukit Krapyak Mojokerto Dilanjut Senin DepanMahasiswa Asal Pasuruan Sebelum Hilang di Bukit Krapyak Mojokerto Pamit Tugas KuliahHari Keempat, Warga Pasuruan Hilang di Bukit Krapyak Mojokerto Belum DitemukanTokoh Spiritual Bantu Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Krapyak Mojokerto

Pihaknya menduga, survivor kesulitan menggunakan sandal tersebut sehingga dalam video amatir tersebut ditenteng. Diduga survivor tidak ada niatan untuk naik ke atas karena survivor membawa sepatu saat camping, namun justru memakai sandal selop cewek.

“Ini yang kita bingungnya. Kalau naik ke atas seharusnya dia pakai sepatu, dia bawa sepatu kok. Tapi kita kembalikan lagi, temannya ketemu di musholla mungkin dia sholat butuh sendal. Iya (kemungkinan selesai sholat langsung berjalan),” ujarnya. [tin/but]

Sumber : beritajatim.com
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Komentar
Menarik untuk dibaca
Terpopuler Hari Ini