Menanti Sidang Etik Brigjen HK, Saksi Kunci Terkait Obstruction of Justice Kasus Brigadir J

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Menanti Sidang Etik Brigjen HK, Saksi Kunci Terkait Obstruction of Justice Kasus Brigadir J

INDONESIATODAY.CO.ID, Jakarta - Polri akan menggelar sidang kode etik terkait Obstruction of Justice (OJ) atau menghalang-halangi penyidikan, dengan tersangka Brigjen Hendra Kurniawan (HK) pada minggu depan. Namun, belum diketahui kapan pasti waktu sidang itu akan digelar.

"Konfirmasi yang saya dapat juga, terakhir insya Allah untuk sidang kode etik Brigjen HK akan digelar minggu depan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (23/9).

BACA JUGA: Polri: Dugaan Brigjen Hendra Kurniawan Pakai Private Jet Bagian Dari Sidang Etik BACA JUGA: Polri Sebut Saksi Kunci Kasus Etik Brigjen Hendra Kurniawan Selesai Jalani Operasi BACA JUGA: Kasus Pembunuhan Brigadir J, Selusin Polisi Telah Dijatuhi Sanksi Etik

"(Harinya) belum. Tentunya sangat tergantung pada kondisi," tambahnya.

Jenderal bintang dua ini menjelaskan, Hendra Kurniawan merupakan seorang saksi kunci dalam perkara kematian Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat soal OJ.

Baca Juga

Ayah Brigadir J Lelah dengan Kasus Ferdy Sambo, Ini Kata Polri Polda Metro Jaya Lakukan Rotasi, Ganti Perwira yang Terlibat Kasus Brigadir J Kasus Pembunuhan Brigadir J, Selusin Polisi Telah Dijatuhi Sanksi Etik

"HK ini termasuk saksi kunci yang penting terkait Obstruction of Justice. HK, kemudian ada Agus Nurpatria, kemudian dia baru memerintahkan yang ke bawah, ini harus diuji dalam persidangan," jelasnya.

Dedi menegaskan, sidang terhadap Hendra Kurniawan akan segera digelar pada pekan depan sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Yang penting informasi yang saya dapat hari ini minggu depan, sesuai arahan Bapak Kapolri harus cepat prosesnya," tutupnya.

Diketahui, Polri telah menetapkan lima orang tersangka atas kasus tewasnya Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Kelima orang itu yakni Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, Kuat Maruf dan Putri Candrawathi.

Dalang atau otak dibalik pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J ini adalah Ferdy Sambo. Oleh karena itu, ia pun bersama dengan tiga orang tersangka lainnya, Bripka Ricky Rizal, Kuwat Maruf dan Putri Candrawathi dikenakan Pasal 340 subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56.

Sedangkan, untuk Bharada Richard Eliezer sendiri hanya dikenakan Pasal 338 saja.

Meski sudah menjadi tersangka, Putri belum dilakukan penahanan. Sedangkan, Ferdy Sambo ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Lalu, untuk Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuwat Maruf ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

 

Sumber : liputan6.com
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Klik disini untuk mengikuti akun Google News kami agar Anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler Hari Ini