Luhut Beri 'Karpet Merah' untuk Starlink, Bahlil Ungkap Investasi Starlink di RI: Rp30 M, Karyawan 3 Orang

Thursday, 13 June 2024
Luhut Beri 'Karpet Merah' untuk Starlink, Bahlil Ungkap Investasi Starlink di RI: Rp30 M, Karyawan 3 Orang
Luhut Beri 'Karpet Merah' untuk Starlink, Bahlil Ungkap Investasi Starlink di RI: Rp30 M, Karyawan 3 Orang



INDONESIATODAY.CO.ID  - Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan layanan jasa internet Starlink menanamkan modalnya di Indonesia sebesar Rp30 miliar dengan hanya memiliki tiga orang karyawan. 


Bahlil menyebut, data tersebut didapat dari sistem Online Single Submission (OSS) yang masuk saat Starlink mengurus perizinan Nomor Induk Berusaha (NIB). 


"Starlink ini, menurut data OSS, Starlink itu investasinya 30 miliar rupiah ini. Ini menurut data OSS ya, tenaga kerjanya tiga orang yang terdaftar," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Selasa (11/6/2024).


 Bahlil menjelaskan bahwa pihaknya tidak terlihat dalam pembahasan teknis investasi Starlink. Ia menyebut perizinan berusaha yang diajukan melalui OSS tidak perlu bertemu secara langsung dengan menteri. Baca Juga : Malam pertama pernikahan Gypsy, tradisi aneh dan mengerikan. 


Menurutnya, Starlink tidak menyalahi aturan yang ada di Indonesia, sehingga bisa mendapat perizinan berusaha. "Prinsipnya adalah selama tidak menyalahi aturan dan itu dibuka sesuai dengan aturan, maka kami akan melakukan proses. 


Tapi, kalau ditanya mengapa dan bagaimana, posisi kami jujur kami tidak pernah membahas hal ini secara teknis, jadi kami tidak tahu, tidak terlibat," katanya lagi. 


Lebih lanjut, Bahlil kurang memahami kementerian mana yang berhubungan langsung dengan Starlink. 


Ia menyebut kemungkinan adalah Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) lantaran terkait dengan satelit dan jaringan internet. "Ya mungkin (Kominfo) karena ada hubungannya dengan satelit ya, kalau kami hanya kebagian NIB-nya saja, izin dasar saja. 


Itu keluar tanpa harus ketemu tim, lewat OSS bisa, selama ada notifikasi dari kementerian teknis, sudah jalan," ujar Bahlil. 


Sebelumnya Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitanaktif dalam menanggapi isu Starlink, menimbulkan dugaan adanya 'karpet merah' yang diberikan kepada Elon Musk. 


Terlebih perusahaan tersebut tidak berinvestasi besar layaknya perusahaan teknologi lainnya. saat itu menyampaikan dampaknya terhadap pasar layanan internet di dalam negeri. Menurut Luhut, masuknya Starlink ke Indonesia bakal menciptakan pasar yang bersaing bebas.  


Dia membantah bahwa layanan internet milik Bos Tesla itu berisiko memonopoli pasar penyedia layanan internet di Indonesia. 


Luhut menilai masuknya layanan internet berbasis satelit ke Indonesia justru akan membuat pasar menjadi semakin kompetitif.  Para provider bisa berlomba-lomba agar lebih efisien dalam bisnisnya


Sumber: tvOne

BERIKUTNYA

SEBELUMNYA

Komentar

Artikel Terkait

Terkini