Lifting Minyak 2023 Tak Capai Target, APBN Rugi?

Tuesday, 16 January 2024
Lifting Minyak 2023 Tak Capai Target, APBN Rugi?
Lifting Minyak 2023 Tak Capai Target, APBN Rugi?

indonesiatoday.co.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan di sisi hulu, realisasi produksi minyak siap jual atau lifting minyak bumi mencapai 605,5 juta barel minyak per hari (mbopd).

Angka tersebut tercatat 92 persen dari target APBN yang ditetapkan sebesar 660 juta barel per hari.

"Tren penurunan ini jadi disebabkan kita belum memiliki sumur-sumur baru yang bisa memberikan bahan produksi baru daripada minyak mentah kita," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Konferensi Pers 'Capaian Kinerja Sektor ESDM 2023 dan Program Kerja 2024' di kantornya, Senin (15/1).

Baca Juga: Sejumlah Pedagang Keluhkan Pasal Tembakau di RPP Kesehatan, Bikin Omset Usaha Turun

Dia juga memastikan, pada tahun 2024 ini, pihaknya sudah memiliki beberapa program upaya agar realisasi lifting migas bisa meningkat atau paling tidak bisa ditahan.

"Program yang akan kita lakukan adalah pemanfaatan dari sumur-sumur yang selama ini, tidak diupayakan lagi tetapi masih memiliki potensi," jelas Arifin.

"Program yang akan kita lakukan adalah pemanfaatan dari sumur-sumur yang selama ini, tidak diupayakan lagi tetapi masih memiliki potensi," imbuhnya.

Baca Juga: Bantuan Pangan Dinilai Mampu Tekan Inflasi, Tapi Harga Beras Tetap Naik

Arifin juga memaparkan, di sektor gas juga mengalami tren penurunan. Hal ini sebagaimana terjadi di sumur-sumur gas yang ada di tanah air.

Penurunan di sektor gas, lifting tercatat sebesar 960 juta barel setara minyak per hari (mboepd). Meski begitu, Arifin mengakui bahwa saat ini sudah ada indikasi kelandaian dan dengan beroperasinya Tangguh 3 RI sudah bisa mengangkat.

Sehingga total produksi Tanggung LNG menjadi 11,4 juta ton per tahun atau sekitar 35 persen produksi nasional.

Baca Juga: Honda Vario 160 2024 Tampil Lebih Segar, Fitur Makin Canggih Performa Semakin Tinggi

"Dan kemudian di tahun 2023, kita sudah mendapatkan beberapa discovery, yaitu Geng North, yang akan mengangkat 5,8 TCF dan juga temuan eksplorasi dua Blok Andaman masing0masing memberikan 2 kali rata-rata 5 TCF," papar Arifin.

Lebih lanjut, Arifin memastikan, optimalisasi lifting migas terus dilakukan sehingga penurunan minyak bumi berkurang menjadi hanya 1,2 persen pada tahun 2023 atau rata-rata 3-4 persen, sementara lifting gas meningkat 2,2 persen.

Sejalan dengan itu, pemerintah harus menyiapkan infrastruktur untuk bisa mengakomodasi gas-gas hasil produksi baru yang bisa dioptimalkan.

Baca Juga: Samsung Galaxy A15 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp 2 Jutaan, Baterai Tahan Hingga 2 Hari

"Proyek transmisi gas Cirebon Semarang harus bisa diselesaikan di tahun 2025, kemudian kita memulai pembangunan transmisi koneksi antara Dumai-Sei Mangke untuk mengantisipasi tambahan produksi Blok Andaman. Memang bangunan ini akan membutuhkan waktu beberapa tahun," ungkap Arifin.

"Beberapa blok gas belum bisa dioptimalkan produksinya karena belum bisa tersalurkan gas di tempat itu. Untuk itu kita bangun," pungkasnya.***

 

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radardepok.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini