KPK Tetapkan Mantan Direktur PTPN Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Mesin Giling

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan status tersangka terhadap Direktur Produksi PTPN XI periode 2015-2016 Budi Adi Prabowo atas kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan six roll mill atau mesin giling tebu di Pabrik Gula Djatiroto.

Selain Budi Adi Prabowo, KPK juga menetapkan Direktur PT Wahyu Daya Mandiri Arif Hendrawan sebagai tersangka.

"KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (25/11).

Baca Juga:
  • IMI Gandeng KPK untuk Awasi Penyelenggaraan Formula E Jakarta

Pria yang akrab disapa Alex itu menjelaskan bahwa Budi Adi Prabowo menggelar sejumlah pertemuan dengan teman lamanya, Arif Hendrawan.

Dari sejumlah pertemuan yang digelar pada 2015 itu, keduanya menyepakati Arif sebagai pelaksana pemasangan mesin giling di Pabrik Gula Djatiroto.

"Walaupun proses lelang belum dimulai sama sekali," ungkap Alex.

Baca Juga:
  • Manto Hanya Terdiam Sambil Memeluk Jasad Anaknya

Sebelum proses lelang dimulai, Budi Adi Prabowo dengan beberapa staf PTPN XI serta Arif Hendrawan melakukan studi banding ke salah satu pabrik gula di Thailand. Kunjungan itu dibiayai oleh Arif.

Tak hanya itu, Arif juga memberikan sejumlah uang kepada rombongan, termasuk Budi Adi Prabowo.

Artikel Asli
Dipublikasikan pada 25 Nov 2021 20:04 PM
Sumber: jpnn.com
IndonesiaToday merupakan situs agregator berita yang mengambil informasi dari berbagai sumber berita terpercaya dan menampilkannya dalam satu situs. Semua informasi yang ditampilkan adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis berita (sumber).
Komentar
Rekomendasi untuk Anda
Paling banyak dibaca hari ini