Terbaru Hukum & Politik Heboh & Viral Peristiwa Kesehatan Olahraga Musik & Video Unik

KPK Tahan Mantan Petinggi PTPN XI yang Rugikan Negara Rp 15 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Direktur Produksi PT Perkebunan Nasional (PTPN) XI Budi Adi Prabowo dan Direktur PT Wahyu Daya Mandiri Arif Hendrawan.

Mereka ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan six roll mill atau mesin giling tebu di Pabrik Gula Djatiroto milik PTPN XI. Kasus ini diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 15 miliar.

BACA JUGA: Terseret Korupsi Hiperbarik, Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Berau Jadi Tersangka
BACA JUGA: KPK Sayangkan Aparat yang Proses Hukum Jurnalis Palopo karena Beritakan Kasus Korupsi
BACA JUGA: KPK Dalami Kelebihan Anggaran Ajang Balap Formula E di DKI Jakarta

Baca Juga

  • KPK Telusuri Aliran Uang Kasus Korupsi Pabrik Gula Jatiroto PTPN XI
  • KPK Tetapkan Eks Direktur Produksi PTPN XI Budi Adi Prabowo Tersangka Korupsi
  • KPK Periksa Sekretaris Perusahaan PTPN XI Terkait Korupsi di Pabrik Gula Jatiroto

"Agar proses pemberkasan penyidikan dapat segera rampung, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan pada para tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 25 November 2021 sampai 14 Desember 2021," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam keterangannya, Kamis (25/11/2021).

Alex mengatakan, Budi Adi Prabowo akan ditahan di Rumah Tahanan KPK pada Gedung Merah Putih. Sementara Arif ditahan di Rutan KPK pada Pomda Jaya Guntur.

"Agar tetap mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Rutan KPK, para tersangka akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari pada Rutan dimaksud," kata Alex.

Dipublikasikan pada 25 Nov 2021 19:57 PM
Sumber: liputan6.com
IndonesiaToday merupakan situs agregator berita yang mengambil informasi dari berbagai sumber berita terpercaya dan menampilkannya dalam satu situs. Semua informasi yang ditampilkan adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis berita (sumber).
Komentar
Terbaru dari liputan6.com
Paling banyak dibaca hari ini