KPK Didesak Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Suharso Monoarfa

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


KPK Didesak Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Suharso Monoarfa

INDONESIATODAY.CO.ID, Jakarta - Massa aksi dari Komite Mahasiswa Anti Korupsi (Komasi) kembali melakukan unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/7/2022). Mereka mendesak KPK mengusut tuntas dugaan korupsi yang dilakukan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa.

"Aksi hari ini merupakan tindak lanjut dari gerakan sebelumnya. Kami meminta KPK melakukan investigasi lebih lanjut terkait keterlibatan dugaan korupsi Suharso Monoarfa," kata Koordinator Aksi, Kurnia Septian di halaman depan Gedung KPK, Rabu (13/7/2022).

BACA JUGA: Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Dicegah KPK ke Luar Negeri BACA JUGA: Kasus Mardani Maming, KPK Telusuri Aktivitas Keuangan PT Prolindo Cipta Nusantara BACA JUGA: Kuasa Hukum Curiga Kasus Mardani Maming di KPK karena Persaingan Usaha

Baca Juga

3 Saksi Mangkir Panggilan KPK Terkait Kasus Mardani Maming Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Didakwa Beri Suap BPK Jabar Rp1,9 M Agar Raih WTP Polri Sebut Hasil PK Sidang Etik Eks Penyidik KPK Brotoseno Sudah Keluar

Menurut Kurnia, jika KPK belum menindaklanjuti dugaan korupsi Suharso, dia mengancam akan bergerak menuju Istana Negara. Kurnia menyatakan bakal melakukan aksi yang lebih masif lagi agar proses penyelidikan kasus berjalan.

"Kami akan melakukan gerakan di Istana Negara, meminta Pak Joko Widodo (Jokowi) bertindak tegas. Karena Pak Jokowi juga harus tahu, ada masalah di kabinet kerjanya," kata dia.

Kurnia menyebut, Suharso diduga terlibat korupsi yang menyangkut masalah kekayaan pribadi dan penyalahgunaan wewenang atau kekuasaan.

"Seperti laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) yang dikeluarkan KPK tahun 2018 hingga 2019 terdapat kenaikan kekayaan yang signifikan, ini janggal. Kemudian, Suharso Monoarfa juga diduga menyalahgunakan wewenang. Hal ini terjadi karena adanya dugaan penggunaan pesawat jet untuk kepentingan pribadi," kata dia.

Sumber : liputan6.com
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Klik disini untuk mengikuti akun Google News kami agar Anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler Hari Ini