Kejagung Kebut Berkas Kasus Ferdy Sambo Lengkap Pekan Ini

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Kejagung Kebut Berkas Kasus Ferdy Sambo Lengkap Pekan Ini

INDONESIATODAY.CO.ID, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan tengah berupaya menyelesaikan berkas kasus tersangka Ferdy Sambo atas perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

"Kita lihat batas waktunya Kamis ya," tutur Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana kepada wartawan, Senin (26/9/2022).

BACA JUGA: Dipecat Polri, Ferdy Sambo Dinilai Mustahil Bisa Bebas di Kasus Brigadir J BACA JUGA: Sidang Etik Lanjutan Ipda Arsyad Gunawan dalam Kasus Ferdy Sambo Senin 26 September 2022 BACA JUGA: Menanti Sidang Etik Brigjen HK, Saksi Kunci Terkait Obstruction of Justice Kasus Brigadir J

Baca Juga

LPSK Sebut Putri Candrawathi Jadi Pemohon yang Unik karena Tidak Mau Beri Keterangan Metro Sepekan: Permohonan Banding Pemecatan Ferdy Sambo Ditolak Polri 3 Fakta Terkait Dugaan Adanya Sosok Kakak Asuh di Balik Geng Ferdy Sambo

Menurut Ketut, tidak hanya berkas kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J atas tersangka Ferdy Sambo saja yang tengah dilengkapi alias P21, namun juga untuk perkara obstruction of justice.

"Seluruhnya," kata Ketut.

Sementara itu, Polri menegaskan bahwa sosok kakak asuh Ferdy Sambo yang disebut berupaya melobi petinggi kepolisian untuk meringankan hukuman mantan Kadiv Propam itu tidaklah ada. Terlebih, sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias pemecatan pun sudah diketuk dan tidak bisa lagi diganggu gugat.

"Terkait kakak asuh adik asuh itu kan kembali lagi hanya dugaan. Tapi yang jelas saya sudah berkoordinasi dengan Pak Dir maupun Propam, itu tidak ada. Jangan melenceng dari pokok substansi," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 23 September 2022.

Dedi menyebut, pokok substansinya adalah sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang sudah dilaksanakan, termasuk gugatan banding Ferdy Sambo.

"Dari hasil keputusan banding yang bersifat kolektif kolegial, dan sudah diputuskan PTDH. Itu merupakan keputusan final dan mengikat. Sudah tidak ada lagi upaya hukum yang dilakukan yang bersangkutan di internal Polri," jelas dia.

Sumber : liputan6.com
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Komentar
Menarik untuk dibaca
Terpopuler Hari Ini