Ini Daftar BUMN yang Akan Dibenahi Danareksa sebagai Induk Holding, Rampung 2022

Ini Daftar BUMN yang Akan Dibenahi Danareksa sebagai Induk Holding, Rampung 2022
Ilustrasi Danareksa. Foto: Melly Meiliani/kumparan

PT Danareksa (Persero) diberi tugas baru oleh Presiden Jokowi untuk memimpin sejumlah BUMN dalam sebuah holding. Keputusan itu ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 113 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1976 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan "Dana Reksa".

Sektor BUMN yang berada di bawah holding ini beragam, mulai dari sektor jasa keuangan, kawasan industri, sumber daya air, jasa konstruksi dan konsultasi konstruksi, manufaktur, media dan teknologi, serta transportasi dan logistik.

Direktur Utama Danareksa, Arisudono Soerono, mengatakan tugas baru yang diterima perseroan akan dilakukan dalam dua tahap. Targetnya, rampung paling lama dalam dua tahun.

"Insya Allah tahap satu dalam waktu dekat dan tahap dua paling lama 2022," kata Ari kepada kumparan, Kamis (25/11).

Ari menyebut, sejumlah BUMN yang masuk dalam holding ini merupakan perusahaan negara yang memiliki potensi besar dalam pengembangannya. Tugas Danareksa sebagai induk holding akan melakukan tranformasi model bisnis kepada BUMN yang jadi anggota holding, proses kerja, dan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).

Ini Daftar BUMN yang Akan Dibenahi Danareksa sebagai Induk Holding, Rampung 2022 (1)
Ilustrasi Nindya Karya. Foto: Nindya Karya

Untuk tahap satu, BUMN yang akan dibenahi Danareksa mulai dari PT Kawasan Industri Medan (Persero), PT Kawasan Industri Makassar (Persero), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero), PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) atau BKN.

Ada juga PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (Persero) atau SIER, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Persero) atau JIEP, PT Perusahaan Pengolala Aset (Persero) atau PPA, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), PT Balai Pustaka (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).

Untuk tahap dua PT Virama Karya (Persero), PT Yodya Karya (Persero), PT Indra Karya (Persero), PT Bina Karya (Persero), PT Jasa Tirta I (Persero) atau PTJ1, dan , PT Jasa Tirta 2 (Persero) atau PJT2.

"Jadi tugas Danareksa sebagai strategic holding adalah melakukan value creation (kepada BUMN-BUMN tersebut)," ujarnya.

Artikel Asli
Dipublikasikan pada 25 Nov 2021 20:15 PM
Sumber: kumparan.com
IndonesiaToday merupakan situs agregator berita yang mengambil informasi dari berbagai sumber berita terpercaya dan menampilkannya dalam satu situs. Semua informasi yang ditampilkan adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis berita (sumber).
Komentar
Rekomendasi untuk Anda
Paling banyak dibaca hari ini