Ini Aturan Kirim Paket melalui Ekspedisi, Bahan Peledak Tidak Boleh!

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Ini Aturan Kirim Paket melalui Ekspedisi, Bahan Peledak Tidak Boleh!

Pantau – Berkaca dari ledakan terjadi di dekat Asrama Polisi Sukoharjo, Minggu (25/9/2022) petang sekitar pukul 18.20 WIB, sesungguhnya bahan peledak tidak diloloskan dalam pengiriman jasa ekspedisi manapun.

Paket tersebut jelas tertulis “Sumbu Kembang Api 1,6 mm yang dipesan melalui marketplace Shopee, dan barang tersebut lolos dikirim melalui J&T. Dengan pengirim CV Mandiri dan penerima Ari Nur Huda dari Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Tim penjinak bom Gegana Brimob langsung meluncur ke lokasi ledakan dan melakukan olah TKP. Hasilnya, ditemukan paket berisi bubuk hitam yang diduga bahan petasan.

“Bubuk hitam ini kita duga bahan petasan. Jadi bubuk hitam kita temukan dua kantong plastik dengan ukuran 1 ons 4 bungkus plastik kosong, sisanya residu. Kemudian ada uceng, sumbu petasan,” ujar Luthfi.

sebaiknya kita tahu terlebih dahulu apa saja barang yang dapat dikategorikan berbahaya.

1. Bahan Peledak

Bahan peledak adalah material yang tidak stabil secara kimia atau energi, material ini dapat menghasilkan pengembangan mendadak dari bahan tersebut diikuti dengan penghasilan panas dan perubahan besar pada tekanan dan berubah menjadi ledakan yang tidak bisa terkontrol.

Namun sejatinya tidak hanya bahan kimia saja yang tidak bisa diangkut oleh ekspedisi pengiriman barang, namun material seperti senjata, amunisi, kembang api, petasan, dan peluru juga tidak memungkinkan untuk dikirim melalui ekspedisi komersil.

2. Bahan Gas (mudah terbakar dan tidak mudah terbakar)

Bahan gas merupakan kumpulan zat yang berada dalam kondisi bukan cairan maupun padatan. Jenis gas seperti karbon, neon, nitrogen, klorin, ataupun gas kimia lainnya yang memiliki resiko besar mematikan dan mudah terbakar akan sulit dilakukan pengiriman jika tidak adanya cara pengemasan atau treatment khusus yang dilakukan.

Biasanya untuk gas-gas seperti ini banyak yang tidak mau mengambil pengiriman karena resikonya yang sangat besar. Perusahaan itu sendiri tentu sudah bekerjasama atau memiliki moda angkutan khusus yang dapat mengantar benda gas ilmiah tersebut. Namun untuk jenis gas LPG tentu pengiriman dapat dilakukan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

3. Cairan Mudah Terbakar

Cairan “flammable” yaitu cairan yang memiliki titik nyala di atas 37.8°C dan tidak lebih dari 60°C. Seperti contohnya, Asetaldehida, petroleum, dan etil klorida. Cairan ini sangat berbahaya karena memiliki senyawa organik yang mudah menguap di berbagai kondisi dan gampang meledak jika proses pengemasannya tidak rapi.

Cairan seperti cat, parfum, pewangi, hand sanitizer, alkohol antiseptik dan pemutih kemungkinan masih aman untuk dilakukan pengiriman asalkan perusahaan dan jasa pengiriman sama-sama tahu bagaimana strategi pengiriman dimulai dari packing hingga proses perjalanan agar sampai tujuan dengan selamat.

4. Barang padat mudah terbakar:

Barang padat yang mudah menyala adalah barang yang dengan mudah menyala bila kontak dengan sumber penyalaan dari luar seperti percikan api. Contoh barang padat itu meliputi: sulfur, fosfor, picric acid, magnesium, aluminium powder, calcium resinate dan masih banyak lagi. Pengiriman dapat dilakukan dengan benda padat mudah terbakar dengan persentase meledak kurang dari 30% seperti korek api, kayu bakar, sabun ataupun alat elektronik sensitif lainnya.

5. Bahan Beracun dan Menular

Bahayanya barang-barang yang mudah beracun dan menular tentu memiliki regulasi sendiri untuk pengkategoriannya. Jika pada sifat-sifat barang yang ingin kamu kirim ada di sini, kemungkinan ekspedisi jasa tidak akan mau mengambilnya karena membahayakan pengemudi dan lingkungan sekitar.

Kargo Berani Terima Resiko

Saat ini Kargo hadir di Indonesia dengan memenuhi tantangan tersebut, salah satu perusahaan logistik yang berani untuk melakukan pengiriman barang kimia dengan resiko di bawah 30%.

Melakukan pengiriman barang kimia cair seperti hand sanitizer, alkohol, ataupun barang pabrik akan lebih aman dan tentunya dengan SOP perusahaan dan pengirim. Bukan bahan yang memicu ledakan.

Sumber : pantau.com
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Komentar
Menarik untuk dibaca
Terpopuler Hari Ini