Heboh Wacana Ganja Medis, Dokter Ungkap Sisi Keamanan dan Efektivitasnya Belum Terbukti

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


Heboh Wacana Ganja Medis, Dokter Ungkap Sisi Keamanan dan Efektivitasnya Belum Terbukti

JAKARTA, INDONESIATODAY.CO.ID - Penyakit Celebral Palsy menjadi perhatian publik setelah penyanyi Andien menceritakan ada sosok ibu meminta agar ganja medis diizinkan untuk pengobatan anaknya yang mengidap Celebral Palsy. 

Baca Juga : Intip Album Ultimate Shawn Mendes Bertajuk Back in Time, Dikenalkan Jelang Konser di Amerika

Menyikapi hal ini, Dr. Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan mengatakan bahwa pengobatan dengan ganja belum bisa dipastikan aman dan efektif dalam pengobatan tahap awal (lini pertama).

Terlebih dalam mengobati penyakit tertentu, seperti Celebral Palsy yang menyebabkan gangguan pada koordinasi dan gerakan otot tubuh. 

Baca Juga : Wapres Ma'ruf Amin Minta MUI buat Fatwa Ganja untuk Medis

"Sudah baca melihat review-nya memang ada ya banyak penelitian awal penggunaan ganja. Memang ada THC (komplemen aktifnya) tapi problem adalah evidence atau buktinya pengobatan belum cukup kuat masih sangat terbatas dan masih baru," kata Dr Fajri, Kamis (30/6/2022).

Sehubungan dengan itu, Dr Fajri menegaskan bahwa pengobatan dengan ganja, seperti Cannabidiol (CBD) yang dibutuhkan oleh anak ibu yang ditemui Andien, masih belum bisa dipastikan. Penyakit celebral palsy yang diidap sang anak juga tidak diketahui stadium berapa dan sudah melakukan pengobatan apa saja, secara lebih detail.

Melansir dari penelitian dari RACGP.org terkait medicinal cannabis use in palliative care bahwa penggunaan ganja baru ada dua di Australia yang terdaftar di Australian Register of Therapeutic Goods. Yaitu nabiximols, 1:1 cannabidiol (CBD): tetrahydrocannabinol (THC) oromucosal spray (Sativex), berlisensi untuk mengobati kelenturan pada multiple sclerosis, dan minyak CBD (Epidyolex) untuk bentuk epilepsi anak yang langka.

 

Sumber : celebrities.id
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Klik disini untuk mengikuti akun Google News kami agar Anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler Hari Ini