Bantu Siswa Tunarungu Belajar Matematika, Guru Elis Ciptakan Aplikasi

KOMPAS.com - Menjadi seorang guru, artinya harus siap menghadapi tantangan mengajar. Harus mampu beradaptasi di situasi apapun dan melahirkan inovasi di dunia pendidikan.

Seperti salah satu guru penerima penghargaan dalam Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Jenjang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tahun 2021 adalah Elis Dwi Wulandari.

Elis adalah guru SMA Luar Biasa (SMA LB) Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, yang menciptakan aplikasi Ice Cube. Yaitu sebuah aplikasi pembelajaran matematika dengan menggunakan bahasa isyarat.

Baca juga: Sejarah Hari Guru Nasional, Jejaknya Dimulai sejak Tahun 1912

Ice Cube adalah aplikasi berbasis android untuk pembelajaran matematika bagi siswa tunarungu yang berisi materi tentang luas permukaan kubus dan volume kubus yang disajikan secara runtut.

Dalam memudahkan penyampaian informasi, materi pada aplikasi Ice Cube disajikan menggunakan teks, suara, dan bahasa isyarat sesuai dengan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh siswa tunarungu.

Aplikasi Ice Cube memuat teks, audio, video, animasi, dan panduan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aplikasi tersebut dikembangkan dengan software Power Point, iSpring Suite 9, dan Website 2 Apk Builder. Software pendukung lainnya adalah Geogebra, Adobe Flash, Photoshop, dan Corel Draw.

Ice Cube bukan aplikasi pembelajaran pertama yang dibuat oleh Elis.

Baca juga: Hari Guru Nasional 2021: Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan

Sebelumnya ia telah membuat beberapa aplikasi lain dan terus belajar untuk membuat aplikasi-aplikasi pembelajaran yang semakin baik dengan berdasarkan pada kebutuhan murid.

“Kebetulan saya juga suka mempelajari pembuatan aplikasi dengan program-program. Sejauh ini pembuatan aplikasi murni saya sendiri karena kebetulan S-1 saya dari sains. Tapi bisa mengombinasikan itu semua bukan berarti saya langsung bisa, tapi dengan belajar dan berproses. Bagaimana saya berempati kepada siswa, lalu langsung terkoneksi melihat kebutuhan siswa dan melihat peluang kalau saya bisa menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran ini dengan aplikasi,” kata Elis, dilansir dari rilis resmi Kemendikbudristek.

Artikel Asli
Dipublikasikan pada 25 Nov 2021 19:54 PM
Sumber: kompas.com
IndonesiaToday merupakan situs agregator berita yang mengambil informasi dari berbagai sumber berita terpercaya dan menampilkannya dalam satu situs. Semua informasi yang ditampilkan adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis berita (sumber).
Komentar
Rekomendasi untuk Anda
Paling banyak dibaca hari ini