Bantah Tom Lembong Terkait Harga Nikel, Luhut Binsar Pandjaitan: Intelektualitas Anda Itu, Jadi Saya Ragukan

Friday, 26 January 2024
Bantah Tom Lembong Terkait Harga Nikel, Luhut Binsar Pandjaitan: Intelektualitas Anda Itu, Jadi Saya Ragukan
Bantah Tom Lembong Terkait Harga Nikel, Luhut Binsar Pandjaitan: Intelektualitas Anda Itu, Jadi Saya Ragukan

indonesiatoday.co.idMenko Marves (Maritime and Investment Affairs) Luhut Binsar Pandjaitan merespons pernyataan mantan Menteri Perdagangan dan Kepala BKPM, Tom Lembong yang saat ini merupakan Co-captain 2 Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN).

Respons ini diberikan Luhut terkait pernyataan Tom Lembong mengenai harga nikel yang menurun akibat hilirisasi secara ugal-ugalan.

Pernyataan ini disampaikan Luhut melalui Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan.

Ia juga mengingatkan Tom Lembong untuk tak memberikan informasi yang tidak benar.

"Saya titip pada Tom (Lembong), anda walaupun sudah tidak di pemerintahan lagi, jangan menceritakan yang tidak baik, padahal tidak sepenuhnya benar di luar," ujar Luhut Binsar Pandjaitan dikutip indonesiatoday.co.id dari YouTube Kompas TV, Jumat (26/1/2024).

Baca Juga: Ketua KPU Bela Presiden Jokowi Soal 'Presiden Boleh Kampanye': Lho Kalau Menyampaikan Ketentuan di UU, Memang Masalah?

Salah satu kesalahan Tom Lembong, menurut Luhut ialah terkait harga nikel yang terus menurun.

Luhut mengakui bahwa harga komoditas nikel secara global saat ini sedang mengalami penurunan.

Namun ia mengatakan bahwa hal ini harus dilihat berdasarkan jangka panjang karena naik turun harga komoditas merupakan hal wajar.

"Anda harus lihat data panjang 10 tahun. Kan anda pebisnis juga. Siklus dari komoditi itu naik turun. Apakah batu bara, nikel, timah atau emas. Apa saja," ucap Luhut.

Baca Juga: Soal Kontroversi Contekan dalam Debat Cawapres, Tom Lembong: Bagi Saya Itu Hal Biasa

Luhut juga menjelaskan bahwa beberapa tahun ke belakang, harga nikel mengalami kenaikan semenjak melakukan program hilirisasi, apabila dibandingkan periode 2014-2019.

"Namun, kalau kita melihat selama 10 tahun terakhir ini, harga nikel dunia itu di 15 ribuan dollar AS (per ton). Bahkan pada 2014-2019, periode hilirisasi mulai dilakukan, harga rata-rata nikel itu cuma 12 ribuan dollar AS," lanjutnya.

Luhut juga merespons terkait pernyataan Tom Lembong yang mengatakan harga nikel turun disebabkan eksploitasi masif Indonesia untuk mendukung program hilirisasi.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayojakarta.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini