Anies Soroti Warga Tak Disiplin Pakai PeduliLindungi: Datang 5 Orang, 3 Nge-scan

Anies Soroti Warga Tak Disiplin Pakai PeduliLindungi: Datang 5 Orang, 3 Nge-scan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri Pengangkatan Anggota Kehormatan Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia dan Pelantikan Danmenwa beserta Staf Komando Resimen Mahasiswa Jayakarta Periode 2021-2024 di Balai Kota, Selasa (2/11). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti ditemukannya pelanggaran masyarakat yang tidak disiplin menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat mengakses tempat publik, termasuk pusat perbelanjaan.

Meski saat ini kasus COVID-19 di Jakarta sudah mulai menunjukkan tren positif, namun penambahan kasus hariannya pun masih fluktuatif.

“Rasanya [masyarakat anggap] sudah aman, sehingga masuk mal sudah masuk saja. [Contoh] nanti rombongan lima orang, tiga di-scan, dua enggak. Ini kan praktik di lapangan mulai kendor begini” kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (25/11).

Anies menjelaskan, selain bisa memantau status seseorang apakah terinfeksi COVID-19 atau tidak, PeduliLindungi berperan memberikan rasa aman kepada masyarakat ketika sedang di keramaian.

Anies Soroti Warga Tak Disiplin Pakai PeduliLindungi: Datang 5 Orang, 3 Nge-scan (1)
Pengunjung memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi di Pintu Gerbang Utama Timur, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/9/2021). Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto

Namun, ia melihat masih ditemukan sejumlah masalah ketika masyarakat mengakses aplikasi tersebut. Mulai dari aplikasi sulit memindai barcode, nama pengguna tidak terdeteksi, sampai aplikasi yang tidak mau terbuka.

“Ada juga tempat yang ketika aplikasinya enggak jalan, lalu ia sistemnya down, ya jangan. Sistemnya harus semua orang diperiksa,” jelas Anies.

Anies kembali mengingatkan agar penggunaan aplikasi PeduliLindungi lebih disiplin lagi. Apalagi, saat ini Indonesia sedang bersiap menghadapi gelombang ketiga kasus COVID-19 pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Tantangannya adalah banyak tempat mulai kendor. Jadi imbauannya, semua fasilitas kembali mendisiplinkan. Kalau ada orang masuk harus scan, kalau ada orang keluar juga harus scan, sehingga masyarakat merasa aman datang sebuah tempat karena tahu semua sudah terdeteksi menggunakan sistem PeduliLindungi yang ada,” pungkasnya.

Artikel Asli
Dipublikasikan pada 25 Nov 2021 19:46 PM
Sumber: kumparan.com
IndonesiaToday merupakan situs agregator berita yang mengambil informasi dari berbagai sumber berita terpercaya dan menampilkannya dalam satu situs. Semua informasi yang ditampilkan adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis berita (sumber).
Komentar
Rekomendasi untuk Anda
Paling banyak dibaca hari ini