Aksi Kecam Israel, Aliansi Umat Islam Jogja-Jateng Boikot Gerai McD, KFC dan Starbucks di Sleman

Sunday, 19 May 2024
Aksi Kecam Israel, Aliansi Umat Islam Jogja-Jateng Boikot Gerai McD, KFC dan Starbucks di Sleman
Aksi Kecam Israel, Aliansi Umat Islam Jogja-Jateng Boikot Gerai McD, KFC dan Starbucks di Sleman


INDONESIATODAY.CO.ID -
Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Jogja-Jawa Tengah (Jateng) memboikot tiga restoran cepat saji, di antaranya McDonald's, Kentucky Fried Chicken (KFC) dan Starbucks diduga terafiliasi dengan Israel yang berlokasi di Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (19/5/2024).


Koordinator Lapangan Aksi, Abdul Rahman Abu Zaki menyampaikan bahwa aksi boikot terhadap tiga gerai waralaba tersebut diduga karena produknya terafiliasi Israel di tengah memanasnya konflik dengan Palestina.


"Total ada 160-an orang dari Aliansi Umat Islam Jogja-Jawa Tengah berusaha semaksimal mungkin untuk memboikot produk-produk dari Yahudi yaitu McDonald's, KFC dan Starbucks di Jalan Magelang hari ini. (Restoran) lainnya minggu depan," kata Zaki.


Menurutnya, sebagian dana dari tiga gerai waralaba itu diduga mengalir untuk memberikan bantuan bagi Israel. 


Sehingga, aksi boikot dilakukan untuk menuntut ketiga restoran tersebut agar menutup usahanya atau paling tidak menyadarkan umat Islam dalam mengonsumsi produk-produknya.


Tak hanya itu, massa yang datang ke lokasi juga membawa bendera Palestina sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina dan membakar bendera Israel sebagai bentuk perlawanan. 


Aksi ini juga bentuk protes terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai organisasi internasional yang bertugas memelihara perdamaian. Karena sampai saat ini tidak ada reaksi meski ada kecaman dari seluruh dunia. 


Seperti diketahui, konflik antara Israel dengan Palestina yang berlangsung sejak 7 Oktober lalu telah menghancurkan gedung, fasilitas umum, sekolah hingga fasilitas kesehatan di Palestina.


Bahkan, korban terbunuh telah mencapai hampir 35.000 orang dan lebih dari 77.867 orang terluka.


Sumber: tvone

SEBELUMNYA

Komentar

Artikel Terkait

Terkini