4 Rekomendasi Aktivitas bagi Lansia untuk Cegah Gula Darah Tinggi

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


4 Rekomendasi Aktivitas bagi Lansia untuk Cegah Gula Darah Tinggi

BANDUNG, INDONESIATODAY.CO.ID - Diabetes atau gula darah tinggi menjadi salah satu penyakit mematikan di seluruh dunia. Gula darah bisa memicu berbagai gangguan pada organ tubuh. Bahkan, jika tidak dikontrol dan dirawat dengan baik pengidap diabetes bisa saja mengalami berbagai komplikasi pada kesehatannya.

Baca Juga : Lansia Diimbau Segera Booster, Epidemiolog: Vaksinasi Cegah Kematian Sangat Besar

Sayangnya, penyakit ini paling banyak terjadi pada lansia. Salah satu penyebabnya pola makan yang kurang sehat dan jarang berolahraga. Karena itu, para lansia sangat rentan mengalami diabetes. Gejala gula darah tinggi atau diabetes yang terkenal, seperti buang air kecil lebih banyak dan merasa sangat haus, tidak begitu jelas pada lansia, biasanya terjadi ketika kadar gula darah cukup tinggi.

Selain itu, gejala diabetes tipe 2, seperti merasa lelah dan lesu, atau secara bertahap menambah berat badan, seringkali dapat disalah artikan sebagai bagian dari proses penuaan yang normal. Akibatnya, orang tua dengan diabetes tipe 2 mungkin tetap tidak terdiagnosis sampai komplikasi diabetes terjadi seperti kerusakan di beberapa organ tubuh mulai dari ginjal, arteri, mata atau saraf.

Baca Juga : Menteri Kesehatan Dorong Lansia Vaksinasi Booster Covid-19: Inshaallah Mengurangi Resiko Kematian

Jika gejala gula darah tinggi pada lansia sudah mulai terlihat, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan rutin. Ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan saat mengalami gejala gula darah tinggi pada lansia, sebagaimana keterangan Confidence, Jumat (23/9/2022).

1. Olahraga teratur

Olahraga ringan seperti berjalan kaki setengah jam per hari jauh lebih baik dibandingkan ke gym sekali seminggu. Olahraga jangka pendek membantu mengubah glukosa menjadi energi. Sedangkan olahraga jangka panjang membuat sel tubuh lebih responsif terhadap insulin sehingga mencegah resistensi.

2. Jaga kaki

Baca Juga : Lansia di Singapura Dapat Booster Kedua, Pakai Vaksin Moderna

Pilih olahraga atau aktivitas yang tidak memberatkan kaki seperti berenang, jalan santai, atau sepeda. Olahraga yang terlalu berat bagi kaki dapat menyebabkan luka, infeksi, atau lepuh yang membahayakan kaki penderita diabetes.

3. Dengarkan tubuh

Belajar membaca tanda-tanda kenaikan gula darah pada tubuh. Jika merasa sangat kehausan, buang air kecil yang terlalu sering, sangat lapar, berat badan turun, suasana hati yang naik turun, kelelahan, dan mual bisa jadi gula darah meninggi.

4. Beristirahat yang cukup

Pola tidur yang buruk serta kurangnya jam tidur bisa mempengaruhi penderita diabetes. Orang berusia lanjut ternyata juga membutuhkan jam tidur 7-9 jam per hari. Sayangnya, banyak yang mengalami susah tidur atau sering terbangun kemungkinan besar akibat kurangnya produksi melatonin (hormon yang membantu tidur) atau sensitivitas terhadap suara. Olahraga teratur bisa membantu mempermudah tidur.

Secara umum, individu dengan diabetes memiliki dua kali risiko penyakit demensia dan alzheimer. Dalam sebuah penelitian pada lansia dengan diabetes, satu -sepertiga dari mereka yang berusia di atas 70 tahun menunjukkan disfungsi kognitif yang terkait dengan kontrol diabetes yang buruk. Salah satu bentuk disfungsi tubuhnya adalah sulit menahan air kencing atau lebih dikenal dengan inkontinensia urine.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra

Sumber : celebrities.id
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Klik disini untuk mengikuti akun Google News kami agar Anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler Hari Ini