4 Jenis Infeksi Nifas yang Perlu Diwaspadai setelah Melahirkan

4 Jenis Infeksi Nifas yang Perlu Diwaspadai setelah Melahirkan
4 Jenis Infeksi Umum setelah Melahirkan. Foto: Shutterstock

Ada beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai melahirkan. Salah satu yang paling umum adalah infeksi postpartum atau infeksi nifas. Infeksi setelah melahirkan disebabkan oleh paparan bakteri sejak kehamilan atau saat proses persalinan berlangsung.

Infeksi ini juga bisa terjadi pada ibu yang melahirkan secara normal ataupun caesar, Moms. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa tingkat kemungkinan infeksi postpartum pada kelahiran caesar mencapai 7,4 persen dan 5 persen untuk persalinan normal, dengan 94 persen infeksi baru terdeteksi setelah ibu keluar dari rumah sakit.

Mengutip Mom Junction, ada beberapa jenis infeksi nifas yang dapat terjadi pada ibu dan perlu di waspadai seperti berikut ini.

4 Jenis Infeksi Nifas yang Perlu Diwaspadai setelah Melahirkan (1)
4 Jenis Infeksi Umum setelah Melahirkan Foto: Shutterstock

4 Jenis Infeksi setelah Melahirkan dan Penyebabnya

1. Mastitis nifas

Infeksi payudara ini terjadi ketika bakteri masuk ke area puting-areola karena puting pecah-pecah yang disebabkan oleh aktivitas menyusui. Mastitis umumnya disebabkan oleh adanya bakteri Staphylococcus aureus. Gejala awalnya termasuk eritema, nyeri dan pembengkakan pada payudara. Kondisi ini juga bisa menyebabkan komplikasi seperti mastitis kronis dan abses payudara.

4 Jenis Infeksi Nifas yang Perlu Diwaspadai setelah Melahirkan (2)
4 Jenis Infeksi Umum setelah Melahirkan Foto: Shutterstock

2. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi pada 2-4 persen persalinan. Meskipun dianggap sebagai infeksi ringan, ISK kerap menyebabkan ketidaknyamanan dan risiko penghentian menyusui. Menurut jurnal yang terbit di American Journal Obstetrics and Gynecology, ada beberapa faktor risiko terjadinya ISK setelah melahirkan termasuk kateterisasi, persalinan lama, ruptur membran, serta ISK selama kehamilan.

4 Jenis Infeksi Nifas yang Perlu Diwaspadai setelah Melahirkan (3)
4 Jenis Infeksi Umum setelah Melahirkan. Foto: Shutter Stock

3. Infeksi luka operasi caesar

Infeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi setelah persalinan caesar dengan angka kejadian 3-15 persen. Infeksi ini sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang menyerang tempat operasi dalam waktu 30 hari melahirkan.

Faktor risiko yang menyebabkan kondisi tersebut seperti, diabetes mellitus pregestasional, obesitas, persalinan lama sebelum operasi, ketuban pecah dini dan korioamnionitis atau infeksi pada air ketuban.

4 Jenis Infeksi Nifas yang Perlu Diwaspadai setelah Melahirkan (4)
4 Jenis Infeksi Umum setelah Melahirkan Foto: Shutter Stock

4. Infeksi rahim

Infeksi rahim atau endometritis terjadi pada saluran genital bagian atas atau lapisan rahim. Infeksi juga bisa terjadi pada otot rahim (miometritis) dan jaringan sekitarnya (parametritis). Infeksi ini terjadi saat bakteri di vagina menjalar ke saluran genital setelah melahirkan. Menurut Medine Plus, penelitian menunjukkan bahwa risiko infeksi rahim lebih tinggi pada kelahiran caesar yaitu 1,5-5 persen, sementara persalinan pervaginam 1,2-2 persen.

Infeksi setelah Melahirkan Bisa Sebabkan Komplikasi

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa keterlambatan diagnosis dan pengobatan infeksi setelah melahirkan dapat menyebabkan beberapa komplikasi. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi adalah sindrom respon inflamasi sistemik (SIRS), sepsis, sindrom syok toksik, tromboflebitis panggul septik, selulitis, abses, trombosis vena dalam dan emboli paru.

Oleh karena itu, CDC menyarankan agar ibu dapat melakukan tindakan pencegahan yang mengurangi risiko infeksi pasca persalinan. Misalnya dengan melakukan pemeriksaan kehamilan dan pascapersalinan secara teratur. Ini juga akan membantu deteksi dini pada infeksi atau kondisi medis lainnya.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis

Artikel Asli
Dipublikasikan pada 25 Nov 2021 19:58 PM
Sumber: kumparan.com
IndonesiaToday merupakan situs agregator berita yang mengambil informasi dari berbagai sumber berita terpercaya dan menampilkannya dalam satu situs. Semua informasi yang ditampilkan adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis berita (sumber).
Komentar
Rekomendasi untuk Anda
Paling banyak dibaca hari ini