3 Hari Hilang, Pekerja Jalan Trans Papua Diserang TPNPB Tanpa Ampun, 1 Orang Juru Masak Masih Dicari

INDONESIATODAY
indonesiatoday.co.id


3 Hari Hilang, Pekerja Jalan Trans Papua Diserang TPNPB Tanpa Ampun, 1 Orang Juru Masak Masih Dicari

INDONESIATODAY.CO.ID - 3 hari hilang, pekerja jalan Trans Papua diserang TPNPB tanpa ampun di Teluk Bintuni.

Lagi-lagi warga sipil kini diserang Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Setidaknya ada sebanyak 14 pekerja Jalan Trans Papua yang diserang TPNPB.

Kejadian penyerangan berlangsung di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, pada Kamis (29/9/2022).

Dari seluruh korban, satu orang luka tembak, empat orang ditemukan tewas, sedangkan seorang wanita juru masak masih tak diketahui kondisinya.

Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi, Sabtu (1/10/2022).

Kabar kehilangan Reva sejak adanya informasi penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok TPNPB, pada Kamis (29/9/2022) kemarin.

Baca juga: Lukas Enembe Obati Sakit dengan Judi ke Casino, Pengacara Akui Gubernur Papua Butuh Refreshing

Tim gabungan Polres dan Kodim Teluk Bintuni melakukan persiapan pencarian korban tewas dan selamat akibat aksi brutal gerilyawan TPNPB, Jumat (30/9/2022). (Dok Humas Polda Papua Barat)

"Kalau Reva ini sampai saat ini tim belum mengetahui keberadaannya," ujar Adam, kepada TribunPapuaBarat.com, di Polda Papua Barat.

Hingga kini, tim masih melakukan pencarian baik disekitar lokasi bahkan ke kampung-kampung sekitarnya.

"Kalau kondisi pasti dari Reva sendiri pihaknya belum tahu, karena tim sampai saat ini masih melakukan pencarian," tuturnya.

Ia mengaku, terkait meninggal atau belum, pihaknya masih menunggu update terkait kondisi dari Reva ini.

Selain itu, Adam menuturkan, untuk Reva sendiri, masuk dalam tim pekerja jalan trans Bintuni Maybrat.

"Dia ini adalah pekerja namun tugasnya hanya sebagai juru masak," pungkasnya.

Korban Tewas Dievakuasi

TNI-Polri berhasil mengevakuasi jenazah pekerja Jalan Trans Papua Barat yang dibunuh oleh TPNPB, di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, pada Kamis (29/9/2022).

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, personil personil gabungan telah mengevakuasi para korban ke RSUD Teluk Bintuni.

"Tim gabungan tiba di RSUD Teluk Bintuni pukul 21.00 WIT, Jumat (30/9/2022) kemarin," ujar Adam, kepada TribunPapuaBarat.com, di Polda Papua Barat, Sabtu (1/10/2022).

Ia berujar, proses evakuasi para korban yang meninggal berjalan lancar dan semua tim kembali dengan selamat.

"Tim yang dipimpin Kapolres dan Dandim 1806/Teluk Bintuni berhasil mengevakuasi semua korban, termasuk empat orang yang meninggal dunia," tuturnya.

Hanya saja, masih ada satu korban yang berjenis kelamin perempuan sementara dalam pencarian.

"Dari empat korban tewas, jasad dua di antaranya ditemukan dalam kondisi hangus terbakar beserta kendaraan truk," ungkapnya.

"Keempat korban itu juga mengalami banyak luka bacok akibat sabetan senjata tajam."

Sementara, untuk satu korban yang mengalami luka tembak di lengan bagian kanan, langsung mendapat perawatan medis.

Data Korban TPNPB

Tim gabungan TNI-Polri melakukan evakuasi jenazah korban TPNPB Kodap IV Wilayah Sorong Raya, Jumat (30/9/2022). Reva (28), hingga hari ketiga pasca insiden penyerangan yang dilakukan TPNPB di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni belum juga ditemukan. (Dok Bid Humas Polda)

Diketahui sebelumnya, terdapat empat pekerja jalan yang menjadi korban tewas dalam aksi brutal oleh TPNPB, pada Kamis (29/9/2022).

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, jumlah pekerja sebenarnya 14 orang.

Awalnya, pihaknya hanya mendapatkan informasi terkait pekerja jalan trans berjumlah 12 orang.

Ia menuturkan, terkait 14 orang pekerja biodatanya sebagai berikut.

Untuk korban selamat sebanyak 9 orang pekerja jalan trans Bintuni Maybrat, Papua Barat.

"Ada 6 orang saat kejadian mereka langsung menyelamatkan diri ke pos," ujar Adam, Jumat (30/9/2022).

Keenam orang itu yakni, Kusnadi (30) tinggal di Meyado, Remon Ulimpa (26) Sorong, Irson (42) Sorong, Agung (18) Sorong, Muksin Rambe (49) Bintuni dan Ruslan (33) asal Pinrang.

Ruslan merupakan seorang korban yang terkena tembakan dilengan atas sebelah kanan.

"Ada tiga orang yang menyelamatkan diri berpisah di sungai Majnik ke arah Kampung Maghti," tuturnya.

Mereka yang ke sungai yakni, Sitinjak (25) Sorong, Om Kumis (55) Pinrang dan Halim (20) tinggal di Sorong.

Tak hanya itu, sebanyak empat pekerja yang menjadi korban meninggal dunia.

Keempat itu yakni, Abas (52) tinggal di Sorong, Yafet (50) Sorong, Darmin (46) Bintuni dan Armin (43 thn) Sorong.

Keempat orang ini memiliki kapasitas seperti bos, operator alat berat dan sopir truk.

Sementara, Adam mengaku, hingga kini masih ada seorang korban yang belum diketahui nasibnya.

"Ada satu orang perempuan bernama Reva (28) tinggal di Sorong, namun sampai saat ini belum diketahui keberadaannya," ucap Adam.

Ia mengaku, hingga kini pihaknya telah mengantongi nama-nama pelaku berdasarkan keterangan dan data.

"Kapolda sudah memerintahkan jajaran agar terus memburu dan menangkap pelaku agar bertanggungjawab atas perbuatannya," pungkasnya.

(TribunPapuaBarat.com/ Safwan Ashari)

Diolah dari artikel Tribunpapuabarat.com dengan judul 3 Hari Reva Si Juru Masak Hilang setelah Diserang TPNPB, Polda Papua Barat: Masih Dicari

Sumber : tribunnewsmaker.com
Note:
Apabila isi berita kurang lengkap dan tidak jelas, silahkan baca selengkapnya dengan klik tautan 'Lihat artikel asli' di atas. Jika terdapat kesalahan informasi pada berita ini, silahkan hubungi kami melalui email [email protected].
Komentar
Menarik untuk dibaca
Terpopuler Hari Ini