Kantor Pelindo II Pangkalbalam di Geruduk Supir Truck Ekspedisi dan Pengurus Jasa Pelayaran

  • Whatsapp
Kantor Pelindo II Pangkalbalam di Geruduk Supir Truck Ekspedisi dan Pengurus Jasa Pelayaran

PANGKALPINANG Today | Akibat dari gagal berangkatnya KM Silvia pada pukul 09.00 Wib. Pagi tadi Pengurus Jasa Pelayaran, Supir Ekspedisi dan Penumpang mengelar aksi damai di depan Kantor IPC Pangkalbalam, Pangkalpinang, Selasa (06/10) sore.

Darmawati selaku kepala cabang PT. BMNL ( Bukit Merapin Nusantara Line) saat ditemui rekan media mengatakan kami sangat kecewa dengan GM IPC yang baru karena kami ingin berjumpa dengan Beliau dari jam 10 pagi tadi sampai sore ini belum di temui padahal kami bersama pengurus yang lain ingin bermediasi.

Bacaan Lainnya

Indonesiatoday

Lebih lanjut Wati menjelaskan setiap kapal yang berkapasitas diatas 500 GT atau Panjang diatas 70 M harus masuk sistem Inapornet penggunaan jasa pandu, tunda, tambat dan air kapal.

“Kami menolak wajib pandu karena belum bisa di terapkan di pelabuhan pangkalbalam karena faktor alam pasang surut bekisar 5-6 jam” Tegas Wati.

Wati menambahkan  kita menolak wajib pandu sama tunda, tapi kenyataannya pada hari yang terjadi pada KM Silvia, kami harus ikut kemauan dan peraturan mereka, padahal pada tanggal 25 september sudah ada nota kesepakatan, maksud kami layani dulu kapal kami ini agar bisa berangkat” kata Wati.

Ditempat yang sama Eko Supriadi selaku Sekertaris INSA DPC Kota Pangkalpinang yang juga Direktur Bangka Jaya Line mengatakan awalnya dari tahun 2013 kita menolak adanya wajib pandu di Pelabuhan Pangkalbalam.

“Kami tidak menolak wajib pandu itu merupakan keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, wajib pandu tidak bisa dijalankan di pangkalbalam karena kondisi alam hanya 5 jam efektif”, Jelas Eko

Kita pernah meminta kepada GM IPC yang baru untuk uji coba pandu dengan waktu yang bersamaan tentunya tidak bisa. Berawal dari wajib pandu, Kalau kita tidak memakai pandu logikanya kita tidak akan bayar ” No Work No Pay” , tapi yang ini dipaksakan tidak gunakan pandu harus bayar, Kita sudah menurut,  tapi ini  di paksakan, tunda harus bayar dan  dipaksakan suruh tanda tangan, jelas kami tolak. Tambah eko

Eko menegaskan Kami tidak mau pakai tunda, karena dengan tunda itu membebankan anggota INSA di Pangkalpinang. Karena harus membayarkan 2 kali, berangkat dan pulang.

Eko meminta kepada GM PT. PELINDO II Pangkalbalam mampu atau tidak SDM Pandu Pt Pelindo untuk uji coba lapangan dan langsung praktekan dengan waktu yang bersamaan.

Salah satu  supir truk angkutan buah buahan yang ikut aksi damai saat ditemui rekan media mengatakan “kami bisa rugi pak” apabila buah kami rusak atau pun busuk karena kelamaan tertutup didalam truk yang seharusnya besok pagi di bongkar ini harus menunggu entah sampai kapan bisa berangkat.

Sekitar 17.30 wib GM Pelindo II Nofal menemui para pengurus pelayaran untuk masuk kedalam tapi di tolak dengan alasan kami sudah lama menunggu dari pagi tadi.

Setelah bernegoisasi akhirnya sepakat besok hari rabu sekitar pukul 10.00 kami tunggu di kantor pelindo tegas nofal. (Hunt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *