Ini Kendala Dilapangan Dalam Menghadapi Karhutla di Meranti Selama 7 Hari

  • Whatsapp

[dropcap]M[/dropcap]ERANTI today | Terkait Kebakaran Hutan Dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Petugas Gabungan dilapangan mengalami kendala yang luar biasa sehingga api yang mulanya padam hidup kembali.

Rombongan BKO Polda Riau, yang dipimpin oleh Dirpamobvit Polda Riau Kombes Pol Dolivar Manurung SIK. M.Si didampingi Kapolres Meranti, AKBP Taufiq Lumkman Nurhidayat SIK. M.H Wakapolres Meranti Kompol Irmadison SH, para Kasat dan Kapolsek serta Danramil 02 Tebing Tinggi, Dinas Kehutanan Provinsi Riau, BPBD Kabupaten Meranti, PT. SRL dan MPA serta masyarakat setempat melakukan Giat Pemadaman/Pendinginan Hari ke-7 Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Bungur, Desa Telesung dan Desa Tanjung Kedabu Kecamatan Rangsang Pesisir. Sabtu, (29/02) siang.

Bacaan Lainnya

Banner Iklan Indonesia Today

Lokasi Karhutla yang ditangani dari Tim Gabungan tersebut yakni, Desa Telesung, Desa Bungur dan Desa Tanjung Kedabu Kecamatan Rangsang Pesisir. Awal mulanya titik Api berasal dari Desa Telesung Kemudian merambat ke Desa Tanjung Kedabu, dan Desa Bungur Dengan titik api diantaranya,

1) 1°6’6,776″N 102°54’49,208″E Desa Telesung (Tahap Pendinginan)

2) 1°5’9,19932″N 102°53’19,005″E Desa Bungur (Tahap Pendinginan)

3) 166,776°N 102°549’208″E Desa Tanjung Kedabu (Tahap Pendinginan)

4) 1057,102.956 Desa Tanjung Kedabu (Sedang di Tangani/Tahap Pemadaman)

5) 1058,102,95 Desa Tanjung Kedabu (Sedang di Tangani/Tahap Pemadaman)

6) 1.061,102.949 Desa Tanjung Kedabu (Sedang di Tangani/Tahap Pemadaman)

7) 1.065999999999999,102.9444 Desa Tanjung Kedabu (Sedang di Tangani/Tahap Pemadaman)

8) 1.067,102.955 Desa Tanjung Kedabu (Sedang di Tangani/Tahap Pemadaman)

Diperkirakan luas lahan yang terbakar untuk desa ± 10 Ha, Desa Bungur ± 10 Ha, dan Desa Tanjung Kedabu (belum dapat diperkirakan), jenis lahan yang terbakar yaitu hutan lahan gambut dan untuk pelaku masih dalam lidik.

Sementara itu, petugas dilapangan sudah melakukan upaya semaksimal mungkin dengan peralatan yang ada, serta peralatan manual (memadamkan Api mengunkan ember dan kayu, red) juga dilakukan, bahkan masyarakat yang melewati lokasi juga ikut membantu.

Menyikapi hal ini, kekuatan Personil yang Melaksanakan Pemadaman/Pendinginan diantaranya, TNI 13 Personil, BKO Polda Riau 84 Personil, Polres Kep Meranti 40 Personil, Polsek Rangsang 17 Personil, BPBD 20 Personil, Kecamatan 23 Personil, PT. SRL 10 Personil, Masyarakat 30 Personil, MPA 30 Personil, Satpol PP 19 Personil, KLH Provinsi Riau 19 Personil.

Sementara itu, untuk Pralatan dari Polda yakni, Mesin Robin sebanyak 7 Unit, Selang 7 Rol, Peralatan dari Polres Kepulauan Meranti Mini Strike 3 Unit, Selang 7 Rol, Peralatan Dari KLH Provinsi Riau Mini Strike 2 Unit, Selang 4 Rol, Peralatan dari BPBD Mini Strike 6 Unit, Selang 22 Rol, Peralatan dari PT SRL 1 Unit Alat Berat, Mini Strike 4 Unit Selang 20 Rol, Peralatan Kecamatan Mini Strike 1 Unit, Selang 10 Rol, Peralatan dari 3 Desa Robin 3 Unit, Selang 30 Rol.

Dilokasi Dirpamobvit Kombes Pol. Dolifar Manurung SIK bersama Kapolres Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH didampingi Wakapolres Meranti Kompol Irmadison mengatakan kalau kendala dilapangan yakni akses jalan untuk masuk ke lokasi TKP jauh dan harus merintis/membuka jalan untuk dapat masuk ke lokasi yang terbakar.

Kapolres mengatakan kalau Cuaca Panas dan di sertai angin Kencang yang berhembus di karnakan berdekatan dengan laut tidak tertutup kemungkinan dapat menimbulkan kembali titik api dari sisa-sisa kebakaran karena kemungkinan sisa api masih ada di dalam tanah bergambut, dan sulitnya mendapat sumber air untuk melakukan pemadaman karlahut disana.

“Petugas dilapangan kendalanya pada air, dan akses jalan. Sementara anggota dilapangan bersama masyarakat harus mengali tanah untuk mendapatkan air dan air tersebut tidak bisa tahan lama dan cepat kering serta harus mencari sumber air (Mengali lagi, red) dilokasi baru,” jelas Kapolres Meranti AKBP Taufiq Lumkman Nurhidayat SIK MH.

Ini Kendala Dilapangan Dalam Menghadapi Karhutla di Meranti Selama 7 Hari

Dipaparkan Kapolres, untuk kondisi terakhir pada pukul 18.30 Wib. titik api di Desa Tanjung Kedabu masih terpantau dan kegiatan pemadaman/pendinginan sudah di berhentikan dan di lanjutkan besok pagi.

“Kita alat berat sudah ada dari PT SRL seperti yang sebelumnya dilakukan untuk pembuatan Embung guna menambahkan sumber air di desa Bungur. Namun pada saat alat berat bergerak menuju desa Tanjung Kedabu guna menambah embung di TKP namun mengalami kendala yakni, 2 unit alat berat terperosok dan tidak bisa melanjutkan untuk menuju ke Tanjung Kedabu, Selain itu, 2 alat yang bergerak ke Tanjung Kedabu tersebut mengalami rusak dikarenakan terperosok dan sedang dilakukan upaya pergeseran malam ini, guna bisa diarahkan untuk menuju TKP Tanjung Kedabu,” katanya.

“Pada saat adanya titik api di desa bungur dengan adanya 2 alat tersebut bisa diberdayakan guna membuat embung besar sehingga air dapat mudah digunakan untuk memompa ke sumber titik api.” jelasnya.

Ditempat terpisah, Kasi Karhutla dan Kecelakaan, BPBD Kepulauan Meranti, Ekaliptus mengatakan saat ini pihaknya masih berada dilokasi Dusun ladang kecik desa Telesung dan anggota yang lain sudah 7 hari dilokasi Karhutla. (Rls)

Editor: Alfan/Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *