Hobi Bermain Masyarakat Batam Tersalurkan, Uban Game Zone Buka Tanpa Batas Waktu Yang Telah Ditentukan Pemko Batam

  • Whatsapp
Hobi Bermain Masyarakat Batam Tersalurkan, Uban Game Zone Buka Tanpa Batas Waktu Yang Telah Ditentukan Pemko Batam
Puluhan kendaraan roda dua tampak terparkir rapi dilokasi Gelanggang Permainan "Uban Game Zone".

BATAM Today – Lokasi Gelanggang Permainan (Gelper), Uban Game Zone yang berlokasi di Komp. Pertokoan Mitra Mall, Kecamatan Batu Aji-Batam, ternyata mampu menarik minat pengunjung hingga bertahan sampai sepertiga malam. Uniknya dilokasi gelanggang permainan tersebut masih eksis buka (open) tanpa batas waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah kota Batam, Sabtu (21/11) dini hari tadi.

Adapun jenis permainan mesin ketangkasan yang lebih familiar dikenal mesin (Jackpot) tersebut sedari dulu telah diketahui sangat menjanjikan hadiah yang begitu fantastis, Tak heran jika warga masyarakat kota Batam rela meluangkan waktunya hingga berjam-jam bahkan sampai melupakan waktu dengan harapan nasib keberuntungan itu lebih memihak terhadap dirinya.

Bacaan Lainnya

Indonesiatoday

Menurut sumber informasi yang dihimpun media ini, jenis permainan tersebut bersifat untung-untungan, para pemain dikabarkan bisa membawa hadiah ratusan ribu hingga jutaan rupiah, bahkan ketika hoki, tidak menutup kemungkinan dapat meraih hingga puluhan juta rupiah untuk dibawa pulang, begitupun sebaliknya bagi para pemain yang kurang beruntung.

Sejatinya, bentuk kegiatan yang sering menjadi sorotan publik ini masih saja eksis beraktivitas di Kota Batam, sementara lemahnya pengawasan, menjadikan jenis permainan tersebut dalam praktiknya begitu rentan dengan unsur perjudian.

“Bentuk hadiah berupa rokok tersebut nantinya dapat di tukarkan dengan sejumlah uang ditempat yang telah ditentukan oleh pihak pengelola, sedangkan untuk estimasi besaran kredit penukaran per slop rokoknya di setiap lokasi gelper sangat bervariasi sesuai ketentuan yang telah diterapkan oleh pelaku usaha,” Ungkap Rudi Sah Indra, salah satu anggota lembaga Independent Police Watch (IPW) Perwakilan Kepri.

Lebih lanjut dirinya meminta tanggung jawab Pemerintah Kota Batam dalam hal ini DPM-PTSP atas kebijakan yang terkesan berlebihan dalam penerbitan izin untuk jenis usaha gelanggang permainan tersebut, menurutnya, selain merusak moral masyarakat juga berdampak dapat menyebabkan anjloknya perekonomian keluarga dimasa pandemi Covid-19 ini.

“Tak henti-hentinya saya sampaikan, izin gelanggang permainan tersebut perlu untuk dikaji ulang, lemahnya sistem pengawasan dari pemerintah kota batam akan menjadikan dampak besar terhadap warga masyarakat itu sendiri, terbukti dari lokasi gelanggang permainan Uban Game Zone yang selama ini diketahui “open the door” tanpa batas waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah kota Batam,” pungkasnya. (Isk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *