Diduga Berikan Pernyataan Palsu, RBC Laporkan Joko Misbono ke Polisi

  • Whatsapp

BANYUWANGI, TODAY – Pertumbuhan dunia olahraga adu jotos di kota paling ujung Pulau Jawa Banyuwangi tumbuh sangat dinamis. Sedikitnya ada 5 sasana tinju yang selama ini eksis melakukan pembinaan.

Namun sayangnya fakta tersebut oleh Joko Misbono diakui hanya ada 3 sasana yang dia sebutkan di salah satu media online. Padahal pada tahun 2019, Real Boxing Camp (RBC) Banyuwangi telah jelas-jelas memberikan sumbangsihnya dalam sebuah kejuaraan dalam bentuk 2 Medali Emas.

Bacaan Lainnya

Indonesiatoday

Akibat pernyataannya tersebut, pemilik sasana tinju di Banyuwangi, Febri Saputra, S.H. langsung bereaksi serta secara resmi melaporkan Joko Misbono yang diduga melakukan tindak pidana kejahatan keterangan palsu (hoax) dan terkait gelar Strata Satu S.H. yang juga diduga palsu.

“Organisasi itu harus dinamis, transparan dan memiliki dedikasi visi misi yang jelas, karena ada lex sportiva dalam olahraga. Jadi jangan asal menyimpulkan,” sergah Febri, Kamis (19/11/20).

Dikatakan Febri, jika tidak paham aturan dan etika organisasi, dia meminta agar jangan memaksakan diri memimpin organisasi. “Apalagi organisasi olahraga adu jotos, dimana waktu, tenaga, materi dan nyawa dipertaruhkan oleh sang atlit,” tandasnya.

Sebagai pelaku olahraga tarung (fighting), lanjut Febri, dirinya akan terus bersuara demi kebaikan atlit maupun organisasi.
Dan harus diingat, karena setiap cabang tentu memiliki aturan main yang harus di taati dan dilaksanakan untuk menjalankan organisasi maupun pembinaan atlit-atlitnya.

“Saya tidak serta merta melaporkan saudara Joko Misbono, tetapi sebelumnya saya sudah ingatkan dan sampaikan secara langsung melalui komunikasi seluler agar segera melakukan klarifikasi tetapi tidak diindahkan. Sehingga sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi rasa keadilan, saya pun memilih jalur hukum untuk penyelesaiannya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Febri mrngingatkan, jika tahun lalu adanya pemalsuan piagam yang dilakukan oleh Joko Misbono dirinya mengedepankan restorative justice karena pertimbangan empiris. Tetapi untuk kali ini, dirinya tidak memberikan toleransi lagi mengingat yang bersangkutan sudah tidak ada etiket baik.

“Kita tunggu proses hukum yang sudah saya lakukan pelaporan. Biar aparat nantinya yang memberikan kepastian hukum,” pungkas Febri. (red) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *